Ketum PPP versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menggelar jumpa pers di DPP PPP, Jakarta, Jumat (7/10). PPP kubu Djan Faridz menyatakan mendukung kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PPP Djan Faridz Komit Mendukung Pemerintahan Jokowi-JK

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz menyampaikan bahwa digelarnya silaturahmi nasional ini untuk memastikan mendukung Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, acara tersebut dihadiri oleh petinggi dan pengurus partai dari seluruh Indonesia.

Faridz tetap komit mendukung Pemerintahan setiap kali menggelar acara silaturahmi nasional, meskipun dukungan PPP pada pemerintah belum direspon. hal ini disampaikannya dikarenakan Jokowi tak pernah hadir dalam acara yang dibuatnya. PPP memberikan dukungan terhadap pemerintah tanpa syarat.

“Itu hak prerogatif beliau (untuk menghadiri acara partai mana pun) jangan komplain. Yang penting kami (PPP) dukung pemerintah Jokowi-JK tanpa mengharapkan apa pun, istiqamah,” tutur Djan di Jakarta, Selasa, (22/11/2016).

Faridz membantah bahwa dukungannya terhadap pemerintah, untuk mendapatkan surat keputusan atau SK dari pihak Kementerian Hukum dan HAM. Menurut dia, apabila ke depan Menkum HAM Yasonna H Laoly memberikan SK kepengurusan, bukan karena dukungan melainkan lantaran pihaknya yang sah.

Keputusan PPP di Pilkada DKI mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) bukan lah untuk memuluskan kedekatan PPP dengan pemerintah. Dukungan partai pada Ahok-Djarot dikarenakan program yang diusung sesuai konstituen partai.

Program Ahok seperti menggaji marbot atau pegawai masjid, serta menggaji ustaz dan ustazah yang mengajar mengaji anak-anak di masjid dan musala. “Kalau ada orang yang membantu dan memperjuangkan nasib konstituen partai kami yang notabenenya umat Islam, masak enggak saya dukung,” jelas Faridz.

Terkait dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok, PPP menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. “Kalau soal hukum, biar prosesnya berjalan, saya enggak mau komentari proses hukum yang sedang berjalan,” jelas Djan Faridz. (Lip/Smn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close