Presiden Jokowi: Jangan Paksa Aparat Hukum Menuntaskan Penistaan Agama, Semua Ada Diprosesnya

SUARAMEDANNEWS.com – Terkait dengan kasus penistaan agama yang melibatkan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan mengintervensi penegakan hukum . Dia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sedang berlangsung.

Presiden meminta semua pihak agar tenang dalam menunggu hasil proses hukumnya. “Jangan aparat hukum, kita paksa-paksa, aturannya sudah ada, ketentuan-ketentuan hukumnya juga sudah ada,” jelasnya.

Terkait demonstrasi yang sejumlah elemen masyarakat pada 4 November lalu itu, Presiden Jokowi menyampaikan ummat yang demo niatnya baik dan dengan kesungguhan dan konstitusi Indonesia memperbolehkan menyampaikan aspirasi dan pendapat.

“Sebenarnya sebelum demo 4 November kemaren berlangsung, kasus dugaan penistaan agama itu sudah diproses, saksi-saksi sudah ditanya, saksi ahli sudah dihadirkan, namanya proses memerlukan waktu. Kok enggak pada sabaran,” tutur Presiden saat pada sambutan Silaturahim Nasional Ulama Rakyat “Doa Untuk Keselamatan Bangsa”, yang digelar di Econvention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (12/11) sore.

Ada aturan yang harus ditaati, dan ketentuan hukum yang harus diikuti. “saya perlu mengingatkan kita semuanya mengenai kebersamaan kita sebagai bangsa, Jangan sampai ada yang ingin merusak kebersamaan ini. Jangan sampai ada yang ingin memecah belah kita,” tegas Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *