Presiden Jokowi di Dampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka

Presiden Jokowi ” Menyesalkan Demo Berakhir Rusuh Dan Dimanfaatkan Oleh Aktor Politik “

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Penyebab demo Ahok 4 November berakhir rusuh hingga terjadi pembakaran 2 mobil polisi bermula dari negosiasi antara perwakilan pengunjuk rasa dengan pemerintah yang mengalami jalan buntu.

Keinginan perwakilan demonstran untuk bertemu Presiden Jokowi tak bisa dipenuhi pemerintah. Selain itu, pemerintah juga tidak bisa memastikan kapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama.

Pihak pemerintah hanya diwakili oleh Menko Polhukam Wiranto. Utusan pengunjuk rasa, Bahtiar Nasir lantas menyampaikan hasil negosiasi tersebut kepada para demonstran.

“Saya sampaikan ke sana (demonstran), apakah mau bernegosiasi dengan utusan resmi Pemerintah yaitu Menko Polhukam, ternyata tidak,” ujar Bahtiar.

Dua Unit Mobil Polisi Di Bakar Pendemo
Dua Unit Mobil Polisi Di Bakar Pendemo

Sebagian demonstran tidak mau bertemu dengan Wiranto. Mereka juga emosi lantaran Jokowi tidak mau menemui mereka.

Beberapa demonstran lantas melemparkan botol air mineral ke arah polisi. Lemparan itu membuat aparat berang. Mereka kemudian membalasnya dengan melontarkan gas air mata.

Aksi aparat yang ingin membubarkan demonstran dengan gas air mata membuat massa semakin emosi, sehingga kerusuhan tidak terhindarkan. Mereka menyerang aparat dengan tongkat dan membakar dua mobil polisi yang berada di area demonstran.

picsart_09-18-12-46-31
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan

Menanggapi pembakaran mobil-mobil tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan bahwa massa tidak memenuhi janji akan melakukan aksi damai.

“Awalnya kan katanya mau aksi damai, tapi ternyata begini, Sampai dua mobil Polisi pun dibakar” ujar Iriawan di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat malam

Meski sempat diwarnai aksi kericuhan pada demo tersebut, Iriawan memastikan saat ini kondisi sudah kondusif. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena polisi akan terus mengamankan Ibu Kota.

“Tak ada darurat sipil. Kondisi kemanan sekarang sudah kondusif,” ucap dia.

Situasi Saat Dua Unit Mobil Polisi Dibakar Para Pendemo
Situasi Saat Dua Unit Mobil Polisi Dibakar Para Pendemo

Selain pembakaran mobil milik kepolisian, lanjut Iriawan, ada sekitar delapan orang korban luka-luka dari aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut. Sejumlah korban tersebut berasal dari pihak kepolisian dan juga dari pendemo.

Saat ini, kata Iriawan, korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Menanggapi prihal demo Ahok 4 November 2016 yang sempat di warnai kerusuhan dan terjadi pembakaran dua unit mobil Polisi, Presiden Jokowi melakukan Rapat Terbatas di Istana Negara bersama sejumlah menteri dimulai sejak pukul 22.30 WIB.

Selesai Rapat Terbatas Presiden menyampaikan pidato resminya yang di dampingi dengan Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi soal aksi demonstrasi 4 November 2016:

Presiden Jokowi di Dampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka
Presiden Jokowi di Dampingi Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka

“Sebagai negara demokrasi kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini dengan cara-cara yang tertib dan damai. Terimakasih kami sampaikan kepada para ulama para kyai, para habib, para ustaz, yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai maghrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian bakda isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya saya telah memerintahkan wakil presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menko Polhukam, Mensesneg, Menag, Seskab, Kapolri dan Panglima TNI. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Sebab itu saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusf. Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.”

Sebelumnya, demo Ahok 4 November berlangsung damai dan tertib dan  para demonstran juga sangat menjaga kebersihan. karena beberapa demonstran tampak membawa sapu dan kantong plastik besar untuk menampung sampah para peserta demo.

Taman sekitar Monas juga dijaga dengan baik dan beberapa demonstran tampak berdiri menjaga taman dan menegur demonstran jika ada yang menginjak rumput di sekitar Monas.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *