Presiden Vietnam Undang Presiden Jokowi, Saat Bertemu Wapres Jusuf Kalla

SUARAMEDANNEWS.com – Sebelum memulai rangkaian kegiatan APEC Economic Leaders Meeting, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Sosialis Vietnam Tran Dai Quang, di Casa Andian Hotel, Lima, Peru, Jumat (18/11).

Pertemuan membahas pelaksanakan rencana aksi peningkatan kemitraan strategis Vietnam-Indonesia untuk periode 2014-2018, di samping isu perdagangan, investasi, pertahanan keamanan, serta politik.

Mengawal pertemuan Presiden Republik Sosialis Vietnam Tran Dai Quang mengungkapkan bahwa hubungan kedua negara semakin baik. Untuk mendukung kemitraan strategis ini, Quang mengundang Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk berkunjung ke Vietnam.

Quang mengharapkan kerja sama Vietnam-Indonesia terus ditingkatkan agar target nilai perdagangan kedua negara sebesar 10 miliar dolar AS pada 2018 dapat tercapai.

Quang juga menekankan untuk memperluas kerja sama penanggulangan narkoba, perdagangan manusia, dan juga terorisme melalui Defense Policy Dialogue. Terkait terorisme, dapat dilakukan kerja sama pertukaran informasi.

Pada pertemuan itu, Quang juga mengapresiasi Indonesia yang mendukung penyelesaian konflik Laut Tiongkok Selatan dengan mengedepankan proses hukum internasional, termasuk UNCLOS 1992.

“Sebagai negara yang berada di satu kawasan, sudah sepatutnya para anggota negara-negara ASEAN untuk saling mendukung dalam melindungi wilayah kedaulatan negara,” ujar Quang.

Selain itu, Quang juga menyinggung isu illegal fishing. Ia mengharapkan penyelesaian hukum terhadap nelayan Vietnam yang melakukan illegal fishing tetap mengedepankan pertimbangan kemanusiaan.

Presiden Vietnam itu mendukung kerja sama untuk melindungi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) kedua negara, dapat diperkuat dalam kerangka hukum.

Sementara Wapres Jusuf Kalla menyampaikan dukacita atas meninggalnya nelayan Vietnam di kawasan perairan Indonesia.

“Kami tengah menangani hal tersebut dengan Kedubes Vietnam yang berada di Jakarta,” ungkap Wapres.

Wapres mendukung komitmen kerja sama yang telah dilakukan kedua negara selama ini. Namun, Wapres menggarisbawahi penetapan standar upah minimum di kawasan regional harus menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN.

Wapres mencermati, sebagai negara yang memiliki banyak SDM, Vietnam dan Indonesia menjadi incaran para investor untuk membangun industri. Namun, Wapres menekankan, persaingan upah rendah yang ditawarkan kedua negara, dapat dimanfaatkan para investor dari negara-negara besar.

“Kita harus berbagi pengalaman dengan negara-negara lain di kawasan untuk membuat sistem dalam menentukan standar upah minimum regional,” tegas Wapres.

Saat bertemu Presiden Vietnam itu, Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

Sumber : (Seskab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close