PT KAI Divre I Sumut Tunda Tertibkan Bangunan Jalan Pegadaian

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) menunda rencana penertiban bangunan lapak pedagang buku yang berada di kawasan Jalan Pegadaian dan telah diagendakan, Kamis (19/1).

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Joni Martinus menyatakan, dirinya tidak bias memastikan penundaan tersebut sampai kapan waktu pastinya. Dirinya hanya memastikan jika pihaknya masih menunggu petunjuk dari Balai Perkeretaapian dan juga hasil rapat koordinasi dengan instansi terkait.

Rapat tersebut agendanya dilakukan pada hari ini. Jadi, nanti hasilnya kalau sudah pasti akan dikabarinya. “Enggak ada, enggak ada, besok belum. Memang rencana awal akan dilaksanakan Kamis, tapi karena kita masih perlu pematangan lagi sehingga penertiban ditunda,” ujar Joni, Rabu (18/1).

Joni mengaku, saat ini pihaknya masih fokus terhadap penertiban bangunan pinggir rel yang ada di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat. Hingga saat ini, penertiban itu memasuki hari ketiga dimana target penertiban akan selesai dalam pekan ini.

Ketika disinggung jumlah bangunan yang akan ditertibkan di kawasan lapak pedagang buku, Joni mengaku belum mendata secara detil. Menurutnya, sejauh ini baru melakukan persiapan terlebih dahulu dan selanjutnya pendataan.

“Setiap penertiban yang dilakukan, kita sudah melakukan sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya jauh-jauh hari. Bahkan, saya juga sempat terjun ke lokasi untuk meninjau langsung. Hasilnya, diketahui sudah banyak pedagang buku yang mengosongkan kiosnya. Ini artinya, pedagang buku sudah setuju mengosongkan bangunannya,” sebut Joni.

Pedagang Buku Setuju Direlokasi

Sementara, salah seorang pedagang buku di Jalan Pegadaian, Sainan, mengakui para pedagang telah setuju lapaknya digusur dan direlokasi ke sisi timur Lapangan Merdeka Medan. Namun, lantaran ada informasi ditunda, para pedagang pun sangat senang. Sebab, sebagian pedagang masih belum merapikan lapaknya.

“Kita ada menerima pemberitahuan dari PT KAI bahwasanya akan digusur hari Kamis. Pemberitahuan itu disampaikan, Selasa (17/1) kemarin. Tapi, hari ini kami mendapat kabar penggusuran ditunda. Jadi, kami tidak terlalu repot karena masih ada pedagang yang belum beres-beres untuk memindahkan buku-bukunya,” ungkap Sainan selaku Ketua Persatuan Pedagang Buku Lapangan Merdeka (P2BLM) Medan yang ditemui.

Sainan menambahkan, apabila nantinya jadi ditertibkan dan direlokasi ke Lapangan Merdeka Medan, diharapkan difasilitasi oleh Pemko Medan. Sebab, terkait relokasi ini masih ada persoalan yang belum dituntaskan pemerintah daerah tersebut.

“Kita masih menunggu legalitas berupa surat keputusan (SK) dari wali kota Medan. Sebab, para pedagang buku yang telah menempati kios di Lapangan Merdeka Medan, mempertanyakan hal itu. Sehingga, mereka menolak keberadaan kami dan menguasai kios sebelum diterbitkannya SK itu,” cetus Sainan. (FAS/PS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *