RATNA SARUMPAET CRISIS CENTER

SUARAMEDANNNEWS.COM, Jakarta – Gubernur DKI, Ahok berulang-ulang menanggapi kecaman masyarakat atas Penggusuran Kampung Akuarium, Pasar Ikan 11 April 2016, dengan kalimat yang kurang lebih sebagai berikut : “Aku memindahkan mereka dari tempat kumuh ke Rusunawa yang sudah siap huni.  Aku memanusiakan mereka. Aku mengangkat drajad mereka …” Seratus KK lebih korban gusuran yang sebelumnya mengontrak di Kampung Akuarium Pasar Ikan, betul telah menerima Rusunawa Pemda DKI.

Tapi ucapan Ahok yg mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan Rusun buat korban gusuran Kampung Akuarium Pasar Ikan adalah BOHONG BESAR. Pemda DKI menempatkan Warga (berkeluarga) dari Akuarium di Blok khusus lajang di Rusun Rawa Bebek, yang terdiri atas 1 ruangan 3 x 4 meter dan 1 WC/ Km Mandi. Dapur, cuci-cuci, jemur, ditempat kan di luar menghadap taman dan dipagari teralis. Pemda berjanji penempatan itu SEMENTARA, menunggu Blok (katakanlah Blok O) yang disiapkan untuk Kampung Akuarium selesai.

Tapi begitu Blok O selesai dibangun, Blok itu justru diisi oleh warga gusuran dari Bukitduri. Kematian adalah keputusan Tuhan dan tak ada yang bisa kita lakukan untuk itu. Tapi kita bisa mencegah anak – anak warga Jakarta yang sekarang sedang antri untuk digusur, terhindar dari kemalangan yang sama, dengan menuntut agar DPRD DKI dan Menteri Dalam Negeri segera menghentikan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur. Sebab tidak ada yang salah di Blok Lajang dengan teralisnya yang berjarak 27 cm itu, seandainya yang tinggal disana lajang yang sudah mengerti arti bahaya.

Untuk itu Mewakili warga Kampung Akuarium, Ratna Sarumpaet Crisis Center mengundang kawan2 media menghadiri Jumpa Pers, mengawali tahlil hari ke 7 bagi aml. Ilham pada: Kamis , tgl 8 September 2016, Pukul 18.30 / Ba’da Maghrib, di Rusunawa Rawa Bebek 66Blok A. Jl. Inspeksi Banjir Kanal Timur, Pulo Gebang, Jaktim. Catatan: Muhammad Ilham Ilmi (3 tahun) jatuh dari lantai-4 Rusun Rawa Bebek Jum’at sore 2 September 2016. Sampai hari ini TIDAK ADA tidakan resmi Pemda DKI atau Ahok bahkan untuk sekedar ucapan bela sungkawa, kecuali kedatangan pejabat Polsek terdekat yang mengarahkan keluarga agar korban diotopsi dan meminta Ayah Ilham menanda-tangani pernyataan bahwa “keluarga tak akan menuntut”. Demikian undangan ini kami buat. Atas Perhatian/Kerjasamanya terima kasih banyak.

RATNA SARUMPAET CRISIS CENTER

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *