Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono

Sekjen HMI Ami Jaya Halim Tidak Jadi Ditahan Polda Metro Jaya

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Meskipun masih tersangka, Sekertaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen HMI) Ami Jaya Halim, akhirnya tidak jadi ditahan oleh Polda Metro Jaya dengan alasan, yang bersangkutan berjanji tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabid Humas ) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono menjelaskan bahwa Ami Jaya dilepaskan karena penyidik telah memiliki pertimbangan subjektif meskipun statusnya tetap masih tersangka.

“Alasannya memang itu alasan subjektif dari penyidik berdasarkan pasal 21 KUHAP. Persyaratan di pasal 1 terkait penahanan memang tidak perlu,” ujar Awi kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/11/2016).

Alasan subjektif tersebut karena pihak tersangka (Ami Jaya) berjanji tidak akan melarikan diri selama proses hukum, tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, karena status dirinya sebagai sekjen yang masih dibutuhkan di HMI.

“Ada jaminan dari beberapa pihak bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya,” ucap Awi.

Meski demikian, dijelaskan Awi proses penyelidikan akan tetap sesuai prosedur dan tidak mengurangi kualitas pemeriksaan. Karena nanti ke depan namanya ditahan atau tidak ditahan ya sama saja pertanggungjawaban pidana dihitung juga.

“Ini berproses. Intinya tidak masalah, hanya masalah teknis dan kewenangan subjektif dari penyidik,” tutupnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap lima kader HMI yang diduga melakukan penyerangan pada aksi damai 4 November, Jumat (4/11) lalu.

Mereka adalah II atau Ismail Ibrahim (20), AH atau Ami Jaya Halim (31), RR atau Ramadhan Reubun (34), MRB atau Muhammad Rijal Berkat (26), dan RM atau Rahmat Muni (33).

Kelimanya dianggap telah melanggar pasal 214 junto 212 terkait melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap pejabat yang sedang melakukan tugas. Mereka terancam hukuman kurungan penjara selama 7 tahun.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *