SELAMAT DATANG BANK SYARIAH INDONESIA

Suaramedannews.com – Perkembangan ekonomi syariah sepanjang 2021 diprediksi masih tumbuh positif dan industri perbankan syariah akan berperan dominan, didukung kehadiran PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk, entitas hasil merger tiga bank syariah milik bank BUMN. Saat ini Indonesia sudah dalam jalur tepat untuk memaksimalkan segala potensi ekonomi syariah yang ada. Salah satu buktinya, mulai tahun ini akan ada satu bank syariah besar yang lahir. Bank tersebut bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., yang merupakan hasil penggabungan usaha tiga bank milik anak usaha BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri dengan Nama bank yang akan digunakan telah ditetapkan, yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang sudah diresmikan oleh presiden RI pada tanggal 1 Februari 2021. Selamat Datang Bank Syariah Indonesia ( BSI) / Marhaban Bank Syariah Indonesia Banyak ucapan dari akademisi, dunia perbankan yang menyambut suka cita dengan kehadiran Bank Syariah Indonesia. Keberadaan Bank Syariah Indonesia Industri perbankan syariah akan berperan dominan dalam perkembangan ekonomi syariah karena sektor ini telah mencatat pertumbuhan yang baik pada 2020 dan di tahun 2021 diyakini dapat membangkitkan ekonomi dan keuangan syariah serta memajukan ekosistem halal di Tanah Air

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2020 nilai aset industri perbankan syariah dapat tumbuh hingga 9,22 persen secara tahunan , lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset perbankan konvensional, yang sebesar 4,89 persen. Bank syariah hasil merger akan bergerak bersama dengan bank-bank syariah lainnya serta berkolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, perusahaan sekuritas, manajer investasi, perusahaan fintech serta lembaga pengelola dana ZISWAF untuk melayani kebutuhan para pelaku usaha di industri halal atau industri lainnya..

Ekosistem ekonomi syariah akan terbentuk dengan baik dan berkelanjutan dan diharapkan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Selain didukung keberadaan bank syariah hasil merger, ekonomi syariah juga berpotensi tumbuh pesat apabila potensi besar keuangan sosial atau ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) bisa dimanfaatkan sepanjang tahun. saat ini Indonesia memiliki potensi zakat nasional hingga Rp217 triliun dan Rp233 triliun potensi wakaf produktif. Triliunan potensi ZISWAF ini bisa bermanfaat apabila dimaksimalkan pengumpulan dan distribusinya bagi masyarakat yang berhak. ziswaf melalui mekanisme perlindungan sosialnya dalam melindungi kaum yang lemah mampu membantu dalam mengatasi ancaman krisis di tengah pandemi Covid-19. Hal ini juga diperkuat dengan status kedermawanan masyarakat Indonesia, di mana Indonesia juga berhasil menjadi negara paling derwaman dalam World Giving Index. berpeluang tumbuh positif, pengembangan ekonomi syariah sepanjang 2021 disebut harus mampu menjawab sejumlah tantangan. Salah satunya, harus ada langkah untuk mengatasi masalah terbatasnya jangkauan lembaga keuangan syariah ke pelosok negeri.

Lembaga keuangan syariah (LKS) yang umumnya telah hadir hingga ke desa-desa adalah dalam bentuk BMT atau koperasi syariah, sehingga jangkauan pendanaan maupun pembiayaan pada bank syariah masih cukup terbatas pada kota atau kabupaten. Dalam hal ini perbankan syariah harus melakukan perluasan jaringan. Permodalan di bank syariah juga harus ditingkatkan agar perluasan jaringan dapat dilakukan. Sebagai catatan, Bank Syariah Indonesia nantinya digadang memiliki total aset hingga Rp250 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah tersebut menempatkan bank hasil penggabungan dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Bank Syariah Indonesia  berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi dengan perencanaan keuangan yang baik sesuai prinsip syariah dan optimalisasi peluang bisnis syariah pasca pandemi Covid-19. Peluang bisnis syariah di bidang makanan dan minuman, pakaian, kosmetik dan farmasi, serta pariwisata juga bisa dimaksimalkan di tengah mulai munculnya momentum pertumbuhan industri ekonomi syariah di Indonesia.

Keuangan syariah, termasuk fintech syariah, sendiri sudah mendapatkan momentumnya, yang gerakannya langsung dipimpin oleh Presiden melalui KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) guna membawa Indonesia menjadi kiblat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024. Kehadiran Bank Syariah Indonesia   adalah pertanda besarnya potensi perkembangan ekonomi nasional tahun ini didorong oleh industri syariah , dimana penerapan sistem ekonomi syariah juga menguntungkan bagi masyarakat non-Muslim. saat ini indeks literasi syariah nasional masih berada di angka 8,93 persen, jauh di bawah tingkat literasi masyarakat atas keuangan konvensional yakni 37,72 persen.

Kehadiran Bank Syariah Indonesia diharap bisa meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat ke depannya, dan membawa beragam produk serta layanan keuangan sesuai syariat Islam yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Terdapat beberapa fakta dan angka dapat dicatat yang memberikan harapan dari rencana merger ini. Selama 2020, BRI Syariah mengalami peningkatan pembiayaan di segmen ritel yang tumbuh 49,74 persen menjadi Rp 20,5 triliun. Sedangkan BNI Syariah, yang baru saja menjadi Bank BUKU III pada kuartal I tahun ini, berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 58,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 214 miliar. BSM, membukukan laba bersih Rp 368 miliar pada kuartal I 2020, naik 51,53 persen dibandingkan periode sama tahun lalu .  Statistik terbaru yang penulis update dari laman OJK menunjukkan, tiga bank yang akan dimerger, meminjam bahasa Ahmad Dani, merupakan separuh napas bank syariah Indonesia. Aset mereka sekitar 40 persen dari total aset seluruh bank syariah.

Keberhasilan strategi nonorganik pemerintah akan sangat memengaruhi peta industri perbankan syariah. Hal yang membesarkan hati, tiga bank ini memiliki positioning yang nantinya saling melengkapi. BSM memiliki fokus di segmen kredit korporasi, BRI Syariah pada penyaluran pembiayaan segmen UMKM, BNI Syariah, fokus ke consumer banking, menyasar milenial, dan international funding karena induknya, yakni BNI, memiliki sejumlah cabang di luar negeri. Dengan merger, insya allah akan terjadi saling melengkapi kompetensi bank syariah BUMN.

Merger ini memberikan harapan bagi pertumbuhan perbankan syariah. Melihat data dan fakta di atas, dapat diperkirakan pertumbuhan dan keberhasilan strategi bisnis tiga bank BUMN syariah sangat berpengaruh pada potret industri perbankan syariah ke depan.

Belajar dari kesuksesan merger Bank Mandiri maka merger bank BUMN syariah memberikan banyak efek positif pada industri perbankan syariah yang memang sangat membutuhkan injeksi strategi merger ini.  Rencana merger tiga bank BUMN syariah patut segera direalisasikan karena pascamerger diharapkan mereka menjadi akselerator pengembangan perbankan syariah. Bank syariah hasil merger memiliki visi menjadi satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global, merger Bank Syariah BUMN yang melibatkan 3 bank syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah, dinilai akan membawa efek berganda ke industri keuangan syariah dan mempunyai multiplier effect, misalnya saja asuransi syariah, dana pensiun syariah, dan produk halal ikut berkembang,  proses penggabungan usaha ketiga bank syariah BUMN tersebut terus berjalan. Proses merger telah sampai pada tahap penandatanganan Akta Penggabungan, setelah masing-masing bank yang akan bergabung mendapat restu dari para pemegang saham melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menuntaskan merger.

Bank hasil penggabungan yang bernama Bank Syariah Indonesia   itu nantinya akan melakukan kegiatan usaha di 1.200 lebih kantor cabang dan unit eksisting yang sebelumnya dimiliki BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, serta BNI Syariah. Bank Syariah Indonesia akan berstatus sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS. Komposisi pemegang saham pada Bank Syariah Indonesia adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., (BNI) 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.

Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan. Bank hasil penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM di antaranya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun sinergi dengan bank-bank Himbara dan pemerintah. Bank Syariah Indonesia telah merumuskan strategi khusus untuk mendukung UMKM Indonesia. Salah satunya berfokus pada pertumbuhan yang sehat di sektor UKM dan Mikro dengan memanfaatkan teknologi digital. bank hasil penggabungan siap untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk memajukan pelaku UMKM di Tanah Air. Dukungan bagi UMKM tidak akan kendor, karena merekalah tulang punggung perekonomian nasional. Bank Syariah Indonesia akan menjadi bagian ekosistem dan sinergi pemberdayaan pelaku usaha UMKM, mulai dari fase pemberdayaan hingga penyaluran KUR Syariah.

Untuk menjangkau pelaku UMKM hingga pelosok, Bank Syariah Indonesia akan bekerja sama dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan di seluruh Indonesia untuk mencapai proyeksi dana disalurkan untuk UMKM senilai Rp53,83 triliun. UMKM merupakan kelompok nasabah terbesar yang dilayani perusahaan. Oleh karena itu, porsi penyaluran pembiayaan dari BRI Syariah bagi UMKM sudah mencapai 46 persen persen dari total portofolio pembiayaan.

Welcome Bank Syariah Indonesia , Semoga Makin Berjaya Ekonomi Syariah, Bersatu  Untuk Indonesia , Bersatu untuk Lebih Barokah, Menuju Indonesia Pusat Perbankan Syariah Dunia.

Penulis

Sunarji Harahap, M.M.

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Islam UIN Sumatera Utara / Pengurus MES Sumut / Pengurus IAEI Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *