Setya Novanto Mengundurkan Diri Sebagai Ketua DPR, Sekarang Mau Kembali Jadi Ketua?

SUARAMEDANNEWS.com – Keputusan Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR  yang membuktikan Novanto tidak bersalah tidak serta merta dijadikan alasan mengembalikan Novanto sebagai Ketua DPR RI, hal yang harus diingatkan kembali adalah Setya Novanto  berinisiatif mundur sebagai Ketua DPR.

Partai Golkar melupakan fakta bahwa Setya Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR. Keputusannya itu diambil sebelum MKD memutuskan sanksi yang akan dijatuhkan pada Novanto, jelas Direktur Pusat Studi Konstitusi Andalas Padang Feri Amsari, pada jumpa pers di Kantor Indonesia Corruption Watch, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).

Pertemuan antara Setya Novanto dengan pimpinan PT Freeport Indonesia terkait dengan pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport sampai pada pencatutan nama Presiden RI Joko Widodo, hal ini inilai telah menyalahgunakan kepercayaan dan mencoreng martabat partai, DPR, dan publik. “Hal tersebut adalah fakta hukum yang tidak bisa dihapus dan dimungkiri,” ucap Feri.

“Penting diingat, Novanto sudah pernah dijatuhi sanksi etik oleh MKD dalam kasus pertemuan dengan Donald Trump beberapa waktu lalu,” ucap Donal. Pengajuan kembali Novanto menjadi Ketua DPR menjadi pertaruhan citra dan wibawa Partai Golkar.

Kemarahan publik atas sikap tidak pantas yang dilakukan Novanto dalam kasus “Papa Minta Saham” seharusnya menjadi pertimbangan Partai Golkar untuk tidak mengembalikan Novanto pada posisi Ketua DPR RI, dan jabatan strategis di DPR. Novanto tidak memiliki prestasi untuk dibanggakan, bahkan kontroversi dan penolakan publik atas dirinya yang lebih banyak beredar, kat Donal Fariz Peneliti ICW. (PR/Smn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close