Sidang Perdana Gubernur Non Aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama ( Ahok ) Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama ( Ahok ) menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang sementara dipindahkan ke Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, sekira pukul 10.00 WIB. tentang kasus dugaan penistaan agama ,dimulai hari ini, Selasa (13/12/2016).

Ahok didakwa dalam kasus penistaan agama karena penyebutan surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Dia dikenai Pasal 156 a KUHP dan/atau Pasal 156 KUHP.

Kasus Ahok diproses setelah Polri menerima 14 laporan pada awal Oktober 2016. Pada 16 November 2016, Mabes Polri resmi memutuskan kasus penistaan agama dilanjutkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Didalam persidangan Ahok saat membaca nota keberatan terdengar mulai terisak saat bercerita tentang keluarga angkatnya yang beragama Islam, seusai diminta majelis hakim menyampaikan pernyataan.

“Saya seperti orang yang tidak tahu terima kasih, apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci. Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam, karena itu sama saja saya menista orangtua angkat dan saudara angkat saya sendiri,” kata Ahok di ruang sidang PN Jakarta Utara,

Calon gubernur DKI Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan, dia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu pada 27 September 2016.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah Ayat (51) oleh para politisi.

“Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah Ayat (51) yang isinya melarang kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka,” tutur Ahok.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara mendapat ijin untuk dilakukan peliputan (live). Namun siaran live hanya untuk agenda sidasng yang bukan menyangkut materi pembuktian perkara.

“Persidangan perkara ini terbuka untuk umum dan diizinkan untuk live TV sepanjang bukan acara pembuktian. Jadi khusus pembuktian tetap terbuka tapi tidak bisa disiarkan televisi,” kata Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto membuka sidang Ahok di gedung eks PN Jakpus, Jl Gajah Mada, Jakpus

Sebelumnya Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengimbau media untuk tidak menyiarkan secara langsung jalannya persidangan Ahok.

Sebab, siaran langsung itu dikhawatirkan berimplikasi pada disintegrasi bangsa.

“Kami mengimbau kepada komunitas media, kita sama-sama bangun komitmen. Ada bahaya besar kalau ini disiarkan secara langsung,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

Sementara itu untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung, pihak pengadilan berencana memasang layar agar pengunjung yang tak tertampung di ruangan, bisa melihat proses persidangan.

Sebelumnya sehari sebelum disidang, Ahok meminta maaf kepada seluruh umat Islam saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (12/12/2016). Permintaan maaf ini adalah yang kesekian kalinya diucapkannya.

“Tentu pada kesempatan ini saya juga sebagai manusia yang penuh kekurangan untuk para kiai, ustaz, alim ulama, yang hadir di tempat ini, juga ibu muslimat yang hadir, khususnya umat Islam seluruh Indonesia, saya minta dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk saya,” ujar Ahok.

Berikut rekaman Basuki Tjahaya Purnama ( Ahok ) di Pengadilan Negeri Jakarta, video diambil dari berbagai sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close