Sterilisasi Sekitar Jalur KA, PT KAI Divre I Sumut Tertibkan Bangunan Di Jalan Merdeka Hingga Suratman

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) melakukan penertiban bangunan sekitar . jalur perlintasan Kereta Api (KA) yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Medan Barat hingga Jalan Suratman, Kecamatan Medan Timur, Selasa (17/1).

“Sampai saat ini, PT KAI Divre I Sumut dalam melakukan penertiban di jalur Brayan berjalan kondusif. Sesuai rencana, sebanyak 437 bangunan akan kita tertibkan,” beber Humas PT KAI Divre I Sumut, Joni Martinus  di ruang kerjanya.

Joni menuturkan pihaknya sudah mengerjakan jalur KM3 sampai dengan KM3+500, Senin (16/1), dimana pada kawasan itu, sebanyak 113 bangunan telah ditertibkan. Sementara di jalur KM4+100, Selasa (17/1) sebanyak 112 bangunan ditertibkan.

“Sampai saat ini, ada 225 bangunan sudah kita tertibkan. Hari ini sisanya, masih terus berlangsung melakukan penertiban, dan belum terdata,” jelasnya.

Ketika disinggung kendala dalam penertiban rumah warga, Joni Martinus mengungkapkan jika pihaknya sudah mensosialisasikan hal tersebut jauh hari kepada masyarakat setempat. Dimana dalam sosialisasi itu, pihak PT KAI memberikan uang tali asih sebesar Rp1,5 juta setiap KK.

Penertiban bangunan dilakukan PT KAI Divre I Sumut terkait adanya pembangunan proyek jalur ganda rel KA di kawasan Jalan Merdeka, Kecamatan Medan Barat sampai Jalan Suratman, Kecamatan Medan Timur.

Pantauan wartawan di lapangan, penertiban itu ramai menjadi perhatian warga sekitar maupun yang melintas di jalur tersebut. Sebab, masih terdapat beberapa bangunan rumah warga yang belum mengalami penertiban. Namun, antusias warga disana, khusus yang terkena dampak penertiban, terlihat sudah merelakan bangunannya dirubuhkan.

“Mau bagaimana lagi dik, tanah ini kan bukan milik kami,” ungkap, Wati (52) warga sekitar, saat melihat eskavator merubuhkan bangun bangunan di sekitar rumahnya. Meskipun begitu, wanita berkulit putih ini, sudah pasrah dengan dan sudah menerima uang tali asih sebesar Rp1,5 juta dari PT. KAI.

Meski diakui Wati, awalnya warga sekitar sempat keberatan, namun kalau pun ditentang mereka yakin akan tetap kalah. Mereka sadar, tanah itu bukan milik mereka. Jadi penertibannya dari rel, 12 M ke kiri dan 12 M kanan.

Dari amatan dilokasi, animo masyarakat melihat alat berat menertibkan bangungunan masih padat. Bukan hanya bangunan, pepohonan yang tumbuh di pinggiran rel juga turut diratakan. (FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *