“SUJUDKU” By ILIR7 Band

SUARAMEDANNEWS.com – Mulai berkiprah sejak tahun 2010, meski tergolong sebagai pendatang baru dalam industri musik Tanah Air, namun kebersamaan mereka selama sekitar 6 tahun, mampu memberikan kekuatan warna tersendiri, dari karya musik yang mereka sajikan. Band yang hingga saat ini beranggotakan Ave (Vokal), Vic (Bass), Zinx (Gitar) dan Richie (Drum), hadir member warna dalam blantika industri musik Indonesia.

Sejak bergabung bersama Ascada Musik, ILIR7 Band sudah berhasil merilis beberapa single pop sebelumnya. Yaitu single Jangan Nakal Sayang, Cinta Terlarang, Kekasih Gelap dan Sakit Sungguh Sakit. Kini menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, ILIR7 Band kembali mempersembahkan sebuah single religi, yang sudah diproduksi sejak tahun 2016, berjudul “Sujudku”.

Seperti pada karya-karya single pop mereka sebelumnya, single religi ini pun masih tetap mempertahankan warna musik  ILIR7 Band. Yaitu paduan notasi notasi sederhana yang sangat mudah bisa dicerna oleh pendengar, dan cengkok yang khas dari karakter sang vocalist. “Kami terlahir dalam lingkungan keluarga yang mencintai musik melayu tradisional, jadi dengan sendirinya naluri bermusik kami sangat kuat, lalu kami ekspresikan semua yang kami alami, kedalam sebuah karya musik”, ungkap Ave memberi alasan tentang pengaruh warna musiknya.

Bukan sekedar latah ataupun coba-coba ILIR7 Band merilis sebuah single religi, tapi semua ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai religius mereka, dan bukti sebuah nilai professionalisme mereka, sebagai seorang musisi. Pastinya memiliki tantangan yang berbeda saat menciptakan sebuah single religi. “Masing-masing dari kita pernah mengalami pengalaman spiritual dalam kehidupan religinya, nah dengan persamaan itulah memudahkan bagi kamii untuk memberikan nyawa pada karya religi yang kami buat”, papar Vic menjelaskan proses terciptanya single ini.

Single ini pun menceritakan tentang ketidakberdayaan seorang manusia, menjauh dari segala cobaan dan godaan kehidupan dunia, yang menjadikannya manusia paling lemah. “Dengan bersujud, dan menyerahkan atas semua yang terjadi pada kita kepada sang pencipta, menjadi sebuah cara memohon perlindungan, supaya diberikan kekuatan”, tambah Vic menceritakan makna lain dari single religi ini. “Beda banget bikin lirik lagu religi dengan lagu pop, di lagu religi kita harus merasakan nilai-nilai religius itu, kan kalo ga ngerasain mana bisa kita merangkai setiap liriknya”, terang Vic memberikan penjelasan perbedaan membuat single religi dan single pop.

Diakui oleh empat pria asal Lubuk Linggau ini, terpaan keras yang menghadang mereka justru semakin memotivasi mereka untuk melanjutkan perjuangan sampai ke Jakarta. “Suatu kebanggaan, band dari kampung bisa tembus ke Jakarta, dan kedepannya, kami berharap agar karya kami bisa didengarkan oleh lebih banyak orang lagi, dan memotifasi kami untuk bisa menciptakan karya musik original” harap mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close