Map of the Aleppo region showing areas controlled by different fighting forces, with timeline of the siege of the city - AFP / AFP / SABRINA BLANCHARD

Suriah Melakukan Serangan Udara di Aleppo Timur, Sedikitnya 85 Orang Tewas

SUARAMEDANNEWS.com, Aleppo – Pasukan Suriah menghantam Aleppo timur yang dikuasai pemberontak, Minggu (25/9/2016). Sebuah kelompok aktivis melaporkan, serangan menewaskan sedikitnya 85 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Pengeboman menghancurkan pemukiman, membuat banyak rumah sakit kebanjiran pasien dan meningkatkan ketegangan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

yajbeyxz9cSebelumnya pada 24 September, pasukan pemerintah Suriah dan milisi pendukungnya mengklaim meraih kemenangan besar pertama lewat serangan di Aleppo. Pasukan rezim Presiden Bashar al-Assda merebut kembali Handarat, kamp pengungsi Palestina di sisi timur laut kota, sementara pesawat tempur membombardir kawasan timur.

Pemberontak kemudian meluncurkan serangan balasan, mencoba merebut kembali kawasan itu, menurut grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights.

“Semua orang di Aleppo mengalami depresi,” kata seorang aktivis di lokasi, seperti dilansir CNN.

“Mereka bingung kenapa menjadi target serangan pesawat tempur. Ketakutan jelas terlihat di mata siapa pun yang Anda lihat sedang berjalan di Aleppo. Kemarin saya melihat seorang wanita berjalan kaki dan menangis, tidak ada alasan yang jelas, dia hanya menangis,” sambung aktivis itu.

Ratusan serangan udara telah menghantam Aleppo, kota yang didiami lebih dari 250.000 penduduk. Rentetan serangan terjadi sejak pemerintah Suriah yang didukung Rusia mengumumkan dimulainya serangan “komprehensif” pada 22 September. Keputusan diambil rezim Assad setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan Suriah berakhir gagal.

Menurut Aleppo Media Center (AMC), jumlah korban tewas pada akhir pekan kemarin cenderung meningkat. Para aktivis mengatakan operasi penyelamatan sulit dilakukan di Aleppo lantaran jet-jet tempur terus-menerus berseliweran di langit.

Banyak rumah sakit yang kekurangan stok obat-obatan dan darah. Di satu rumah sakit, ada 40 korban luka yang berbaring di lantai karena tidak ada cukup tempat tidur.

Karena minimnya pelayanan, sejumlah korban luka jatuh ke dalam kondisi kritis. Tenaga medis yang ada tidak memiliki kemampuan atau kapasitas untuk mengobati semua korban. Untuk beberapa kasus, petugas medis terpaksa mengamputasi sejumlah korban demi menyelamatkan nyawa mereka.

“Hanya ada 20 dokter tetap di Aleppo timur,” tambah aktivis itu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close