Tempat Hiburan Malam Tutup Sementara Selama Ramadhan

SUARAMEDNNEWS.com, Medan –  Selama bulan Ramadhan 1438 Hijriah/2017, usaha tempat hiburan dan rekreasi di Kota Medan agar ditutup untuk sementara, tegas Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, melalui Surat Edaran (SE) Walikota Medan  No. 503/5067 tanggal 15 Mei 2017  tentang Penutupan Sementara Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi pada Hari-Hari  Besar Keagamaan, Rabu (24/5)

Tempat usaha hiburan dan rekreasi yang wajib tutup sementara selama bulan ramadhan seperti, diskotik, klub malam, karaoke (umum, live music dan keluarga), bar, pub, spa dan panti pijat mulai 14 Mei sampai 26 Juni 2017.

Pusat permainan anak-anak dan taman rekreasi keluarga, Arena biliar dan permainan ketangkasan lain dapat melakukan kegiatan usahanya mulai pukul 10.00 WIB sampai 17.00 WIB dari 25 Mei sampai 26 Juni 2017.

Kemudian, untuk usaha seperti, restoran, rumah makan, cafe dan pusat penjualan makanan (food court), dilarang menghidupkan musik dengan volume keras serta live music, dan tidak boleh memajang makanan dan minuman secara terbuka atau mencolok di siang hari selama bulan Puasa Ramadhan, Tegas Eldin Walikota Medan.

“Arena biliar serta arena permainan ketangkasan juga dilarang melakukan kegiatan usaha pada 30 Agustuas 2017 mulai pukul 14.00 WIB sampai 1 September 2017 pukul 18.00 WIB sehubungan dengan Idul Adha 1438 Hijriah. Juga pada 24 dan 25 Desember 2017 sehubungan dengan Hari Natal,” ucapnya.

Terkait dengan himbauan dan surat edaran walikota Medan itu memiliki dasar hukum, yaitu Perda Kota Medan Nomor 04 Tahun 2014 tentang Kepariwisataan jo Peraturan Wali Kota Medan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Pasal 58 ayat 1 yang menyebutkan bahwa dalam rangka menghormati perayaan hari besar keagamaan maka selama Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, tempat usaha hiburan dan rekreasi ditutup sementara.

Penutupan sementara penyelenggaraan tempat usaha hiburan dan rekreasi dapat dikecualikan seperti fasilitas hotel bintang tiga, empat dan lima dengan ketentuan telah mendapat persetujuan dari Kepala dinas Pariwisata Kota Medan, terang Eldin.

“Apabila ada pengusaha maupun pengelola hiburan malam dan rumah biliar serta arena permainan ketangkasan tetap beroperasi, maka kita akan memberi sanksi administratif yang berlaku,” tutur  Eldin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *