Ribuan warga melakukan Aksi Damai Bela Islam.

Terkait Aksi 212 , Aktivis Muhammadiyah di Sejumlah Daerah Dipanggil Polisi

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak mengungkapkan banyak dari kalangan aktivis warga Muhammadiyah di sejumlah daerah dipanggil kepolisian terkait keikutsertaan dalam Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 mendatang.

Aksi tersebut disinyalir akan menyedot kembali massa dari luar DKI Jakarta untuk mendesak agar Ahok segera ditahan pasca ditetapkan sebagai tersangka. Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia menegaskan akan ada massa dari warga Muhammadiyah yang ikut bergabung.

Logo MuhammadiyahMeski demikian, Muhammadiyah memastikan warganya tidak akan memakai atribut-atribut resmi Muhammadiyah dalam menjalankan aksi 2 Desember nanti.

“Laporan kawan-kawan pimpinan di daerah mereka dipanggil oleh kepolisian daerah setempat. Ditanya berbagai hal terkait akan berangkat atau tidak ke Jakarta,” ujar Dahnil Simanjuntak lewat akun Twitternya, Jumat (25/11).

Upaya yang diterima aktivis Muhammadiyah itu bukan hal aneh. Pasalnya, pasca ramai isu aksi 2 Desember dan seruan Kapolri yang melarang melaksanakan aksi Shalat Jumat di jalanan dalam agenda aksi 2 Desember mendatang, pemerintah pro aktif membendung datangnya massa ke Ibukota.

Satu Juta Mahasiswa Muhammadiyah Ikut Aksi 212

Satu juta mahasiswa yang terwadahi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan bergabung dalam aksi unjuk rasa 2 Desember 2016. Aksi ini dalam upaya menuntut aparat hukum bersikap adil dalam menangani kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Logo Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah“Kenapa kalau kasus penistaan Alquran, semuanya langsung ditahan, sementara saudara Ahok tidak ditahan. Bahkan berkoar-koar ke mana-mana‎ menimbulkan keresahan,” kata Ketum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Taufan Petrov Korompot di Jakarta, Rabu (23/11) lalu.

Atas tindakan kepolisian yang tidak adil itulah, lanjut Taufan, membuat anggota IMM seluruh Indonesia turun bersama para ulama dalam aksi‎ 2 Desember. Ditegaskannya, aksi ini bukan tindakan makar namun hak untuk menuntut keadilan.

“:Negara yang berdaulat adalah negara yang taat hukumm dan bukan taat pada kekuasaan. Kami melihat ada hal yang sangat mengganggu masyarakat Indonesia dalam hal ini kami melihat keberagaman terancam karena Ahok. Ancaman diintegrasi bangsa adalah karena Ahok. Jangan dipelintir-pelintir lagi, jangan juga menyalahkan aksi yang akan turun untuk mengawal prosesnya,” bebernya.

Meski PP Muhammadiyah meminta agar warga Muhammadiyah tidak turun dalam aksi 212, lanjut Taufan, IMM tetap akan turun. Karenanya dia menyerukan agar seluruh IMM untuk datang ke Jakarta dan bergabung dengan para ulama di aksi 2 Desember.

“Saya pastikan, 1 juta mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM akan turun aksi 212. Kalau dalam aksi 4 November hanya tiga wilayah yang turun, saya instruksikan kepada seluruh anggota IMM ‎turun aksi di Jakarta pada 2 Desember,” tegasnya.

Ketum DPP IMM periode 2014-2016 Beni Pramula menambahkan sejuta mahasiswa Muhammadiyah yang akan turun aksi 212 hanya 10 persen dari jumlah IMM se-Indonesia.

“Kami tidak main-main dan tidak sekadar gertakan, sejuta mahasiswa Muhammadiyah akan ikut dalam Aksi Bela Islam tiga,” tuturnya. (RED/PS/JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close