TEROR TERHADAP NOVEL BASWEDAN BUKAN KRIMINAL BIASA

SUARAMEDANNEWS.com, Jakarta –  Jaringan Advokat Publik Indonesia mengutuk keras tindakan biadab terhadap Penyidik Senior sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK Novel Baswedan, pada Selasa 11 April 2017, sekitar Pukul 05.10 WIB dini hari, Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Novel Baswedan juga disiram oleh orang tidak dikenal dengan menggunakan air keras.

Jaringan Advokat Publik Indonesia melihat bahwa kasus ini bukanlah tindakan atau delik kriminal biasa, tindakan biadab ini menyerang kehormatan hukum dan penegak hukum karena jelas menunjukkan ada motif dan upaya sistematis menyerang korban secara berulang kali, mulai dari Kriminalisasi, Intimidasi, teror, tabrak lari, sampai dengan peristiwa penyiraman air keras.

Peristiwa dimaksud juga merupakan serangan serius terhadap Penegak Hukum dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta mengarah pada upaya-upaya pelemahan KPK secara Institusional dengan menciptakan teror-teror dan intimidasi secara sistematis.

Hal ini juga menambah daftar ancaman, kekerasan, dan teror terhadap para penegak hukum, pegiat anti korupsi, jurnalis, dan para pembela publik pada umumnya. Bahwa aparat penegak hukum “berhutang” atas pengungkapan peristiwa ini, untuk itu Jaringan Advokat Publik mendesak agar Polri bertindak cepat, tanggap dan serius mengungkap motif dan menangkap para pelaku, tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi hingga aktor intelektual dari peristiwa dan tindakan biadab ini, tegas Ahmad Irwandi Lubis yang didampingi Amriadi Pasaribu Tim JARINGAN ADVOKAT PUBLIK (JAP) INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close