The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2018

SUARAMEDANNEWS.com – Jokowi Akui Regulasi Migas Masih Kurang Kondusif Pemerintah Indonesia akan melanjutkan kebijakan deregulasi untuk mendorong investasi minyak dan gas bumi. Sejumlah peraturan yang dianggap menghambat industri migas akan dievaluasi sehingga memberikan kemudahan serta menarik minat para investor. Hal ini sekaligus memastikan eksplorasi migas terus berjalan.

“Regulasi yang ada saat ini masih kurang kondusif untuk investor, banyak prosedur yang berbelit dan membingungkan,” ujar Presiden Joko Widodo ketika membuka The 42nd Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2018, Rabu (2/5).

Jokowi mengatakan, pemerintah telah memangkas 186 regulasi. Sebanyak 14 di antaranya merupakan peraturan yang berhubungan dengan industri hulu migas. Pemerintah juga tengah mempercepat penyelesaian sistem Online Single Submission, yakni proses perizinan investasi satu pintu yang targetkan selesai akhir bulan ini.

Presiden IPA (Asosiasi Industri Migas Indonesia), Ronald Gunawan, mengatakan upaya pemerintah merupakan sinyal positif terhadap perbaikan daya saing industri migas Indonesia. “Apalagi, industri migas akan tetap menjadi tulang punggung bagi energi nasional untuk 20-30 tahun ke depan,” katanya.

Dinamika industri migas dunia dalam empat tahun terakhir memang menuntut seluruh stakeholder untuk menyesuaikan diri. Pemerintah, sebagai regulator, harus merevisi bahkan menghapus sejumlah aturan. Adapun perusahaan migas harus meningkatkan efisiensi kegiatan produksi.

Perlunya efisiensi ini dibahas pada CEO Forum, yang merupakan bagian dari rangkaian IPA Convex. Di forum tersebut, lima pemimpin perusahaan berbagi pengalaman saat menghadapi krisis, Salah satu cara yang dilakukan Medco Energy adalah dengan memotong biaya-biaya dan bekerja dengan cepat.

“Kami juga mengumpulkan semua investor, menjelaskan kondisi yang terjadi, serta berkolaborasi dengan pihak lain,” ujar Roberto Larato, CEO of Medco Energy. Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina, Denie Tampubolon mengatakan pelaku industri tetap optimistis dalam keberlangsungan industri ini di masa depan, dengan catatan industri migas harus bisa bertahan dari ketidakpastian dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Perkembangan teknologi informasi juga menjadi tantangan bagi industri migas. Dalam Technology Session, para pembicara menyoroti optimasi digital ekosistem serta penggunaan big data sebagai salah satu inovasi dan solusi dalam peningkatan produksi.

Kepala Divisi Teknologi dan Pengembangan Lapangan SKK Migas, Benny Lubiantara, mencontohkan penggunaan deep analytics dari subsurface data collection untuk menemukan cadangan minyak. Lebih lanjut, Arief Budiman B Hermani yang mewakili Upstream Digital, Center of Excellence Petronas mengatakan perlunya perpindahan pola pikir dari konvensional menjadi digital. “Seperti dalam digital fondasi infrastruktur, digital learning capability,
hingga digital culture dan change management,” katanya.

Adapun Plenary Session membahas peta kompetisi investasi industri migas. Fred McMahon dari Fraser Institute memaparkan bahwa secara umum ranking Indonesia dalam Fraser’s Economic Index berada di peringkat 73 dari 159 negara. Hal ini dianggap cukup baik dalam nilai bisnis secara umum dan menjadi salah satu daya tarik investasi.
Raymond E. Jones, Vice President Asia Pasific and Established Areas Exxon Mobil menjelaskan perlunya pembagian tanggung jawab antara investor dan pemerintah untuk mendorong investasi dan pertumbuhan industri migas. Sebagai contoh, investor bisa menawarkan kemampuan dalam hal teknis dan finansial, pengalaman secara global,
hingga pembangunan kapasitas. Sedangkan pemerintah bisa menyediakan iklim investasi yang mendukung dan stabil, serta regulasi yang efisien.

IPA Convex kali ini, diikuti 116 perusahaan, 1.500 peserta, dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 20 ribu orang. Selain itu, ada 119 karya ilmiah dan 71 poster yang akan dipresentasikan dalam technical session dan poster session.
***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close