Ujian SIM Harus Sesuai UU Lalu Lintas

Memaksimalkan upaya tertib lalu lintas berkaitan proses pengurusan surat izin mengemudi (SIM) melalui uji teori dan praktik, harus sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebab, selain bisa mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas karena aksi ugal-ugalan pengendara, edukasi secara teori dan praktik berkendara sesuai UU No. 22 Tahun 2009 juga berdampak positif bagi kompetensi pengendara untuk lebih jauh memahami pentingnya keselamatan saat berkendara di jalan raya.

“Kalau sudah sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tentunya mampu menciptakan pengendara yang memiliki kesadaran taat berlalu lintas.

Dalam hal ini proses menyangkut uji pengurusan SIM, karena dalam prosesnya pelaksanaan ujian harus dengan sarana dan prasarana memadai, juga instruktur yang terakreditasi sesuai UU,” kata seorang pen gamat lalu linats, Jimmy Udjaja, Minggu (4/9).

Menurutnya, apabila saat ini proses pengurusan SIM belum maksimal memberi edukasi kepada pengendara, sudah sepatutnya peserta uji SIM mendapatkan edukasi lebih jauh agar proses pengurusan SIM tidak hanya formalitas administrasi tapi juga memberi bekal kepada para pengendara saat nantinya berkendara di jalan raya.

“Edukasi keselamatan sangat perlu diberikan, terlebih kepada pemohon SIM. Tapi kenyataanya hampir diabaikan, seakan tidak penting.

Selain itu, supaya proses pengurusan SIM tidak hanya formalitas, perlu dibuat norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK-red). Sehingga, selain menekan angka kecelakaan lalu lintas juga berguna bagi peserta uji SIM,” papar Jimmy.

Sehingga, imbuhnya, pengendara akan memiliki kesadaran berlalu lintas, peka dan peduli, serta bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya maupun orang lain yang pada berikutnya menjadi kebutuhan, bukan karena keterpaksaan. “Hal inilah yang perlu ditanamkan sehingga membudaya di masyarakat,” katanya.

Jimmy pun mengatakan, edukasi tentang keselamatan berkendara semestinya mulai dilakukan sebagai implementasi kepedulian terhadap ketertiban berlalu lintas yang sangat berpengaruh dalam aktivitas peradaban manusia.

“Kan aneh, bisa lulus ujian SIM tanpa belajar memahami aspek-aspek berlalu lintas dan berkendara? Padalah sangat penting karena akan diterapkan di jalan raya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close