Universitas Islam Sumut Berdarah, Bentrokan Mahasiswa Hingga Kritis Mencoreng Dunia Pendidikan Dan Islam

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cinta Damai dan Kesatuan Mahasiswa Anti Kekerasan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Jalan William Iskandar, Pasar 5, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, berakhir bentrok, Senin (21591/11/2016).

uin-sumut-berdarah-21112016

Aksi damai yang awalnya tertib dan menuntut keadilan terhadap kekerasan yang terjadi pada Ketua SEMAF (Senat Mahasiswa Fakultas) Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (FITK) , Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini, tidak terima dengan perlakuan Habibi alias Bibi, yang informasinnya Bibi ini Ketua Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangbis) UIN SU dan juga dikabarkan aktif di sayap salah satu OKP di Kampus, diduga memukul dan menganiaya Ketua Senat Mahasiswa Fakultas (SEMAF) Alamsyah Toyib Hasibuan (22).

Kronologi berawal dari kegiatan perlombaan Futsal SEMAF CUP yang disuruh berhenti, Toyip, dirinya sedang memantau jalanannya pertandingan futsal di pinggiran lapangan yang hampir selesai. Tiba-tiba Bibi datang menghampirinya dan menyuruh membubarkan pertandingan serta menyuruh mereka mengosongkan lapangan. Alasannya, karena lapangan akan di pasang tratak untuk acara Reuni Angkatan 1997-1998.

“Padahal sudah mau selesai pertandingan dan tinggal 1 tendangan pinalti aja, tapi pak Bibi gak mau menyelesaikan pertandingan dulu. Teman saya lagi di pinggiran lapangan udah minta tolong. Kata pak Bibi, disitu mau dipasang teratak. Gak tau acara reunian apa. Tapi ada tulisannya disitu, Reunian Angkatan 1997-1998,” sambung, Arif (21) teman Toyip  menjawab pertanyaan wartawan saat korban diperiksa di ruang SPK.

ditinju

Bentrokan saat unjuk rasa tersebut tak terhindarkan sehingga memakan 9 orang korban, 5 orang dirawat inap, 4 orang sudah pulang, kejadian ini dibenarkan oleh Plh (Pelaksana Harian) Rektor UIN SU, Sekaligus PR 1 UIN SU Prof Dr Syafaruddin MPd saat dikonfirmasi, mengatakan, “Kami baru saja pulang menjenguk korban luka, perkelahian mahasiswa, ada 5 orang yang rawat inap, 4 orang sudah pulang setelah pengobatan di Rumah Saki Haji Medan, mudah-mudahan anak-anak kita mahasiswa FITK, FDK, FSH, dan FEBI segera sembuh”.

“Pengobatannya ditanggung oleh UIN Sumut, dan sudah dikomunikasikan dengan pihak Rumah Sakit Haji Medan” terang Syafaruddin.

Keributan antar mahasiswa ini mulai kondusif dan stabil setelah pihak Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi.

Mahasiswa yang menjadi korban luka bacok hingga kritis adalah Alamsyah Toyyib Hasibuan (22), Andolan (22), Muhammad Tohir Munte (22), dan Afwal Ginting (18). Dan korban lainnya yang belum terdata.

Kasat Sabhara Polrestabes Medan Kompol Siswandi menerangkan “para korban luka 4 orang dirawat di RS Haji Medan, Desa Medan Estate, keributan sudah kita amankan dan saat ini suasana di kampus sudah aman dan kondusif. Mengenai pemicu bentrokan ini masih dikoordinasikan dengan pihak rektor,” terang Kompol Siswandi.

“Untuk penyelesaian masalah ini, kita serahkan kepada pihak rektorat, diselesaikan dulu sama pihak kampus, sampai saat ini belum ada yang diamankan terkait bentrokan antar mahasiswa tersebut”.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *