Warga Aceh Tewas Ditembak Polda Sumut di Medan

SUARAMEDANNEWS.com, Medan – Polisi menembak mati seorang warga Aceh yang diduga terlibat pebunuhan Indra Gunawan alias Kuna (45), pemilik toko penjualan dan perawatan senapan di Jalan Ahmad Yani, Medan Barat. Sebanyak tujuh tersangka yang sudah ditangkap diprediksi bakal bertambah.

Awaluddin alias Putra (51), warga Jalan Elang, Lorong Merpati, Banda Aceh, tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Minggu 22 Januari 2017 sekira pukul 08.30 WIB.

Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho menuding Putra sebagai eksekutor yang menembak Kuna pada Rabu 18 Januari 2017 lalu.

Tindakan tegas ini diakuinya terpaksa dilakukan petugas, karena pelaku tidak kooperatif. Ketika akan diboyong ke Polda Sumut, Putra diklaim memberikan perlawanan yang mengancam keselamatan petugas.

Selain Putra, tersangka lain Rawi Indra (40), warga Jalan Waru, Medan juga ditembak mati. Pria keturunan India ini disergap dari sebuah hotel di Jalan Sei Wampu, Medan, pada Minggu 22 Januari pukul 04.00 WIB. Pelaku sempat menyerang petugas dengan samurai, sehingga langsung ditindak tegas.

“Tersangka Rawi ini orang yang menyuruh melakukan penembakan. Sementara Awaluddin alias Putra sebagai eskekutor,” kata Sandi.

Pelaku lainnya, Jo Hendal alias Jon (41), warga Jalan Sukaraja, Kecamatan Airputih, Kabupaten Batubara, ditangkap di Jalan Karangsari, Medan Polonia, sekira pukul 01.30 WIB.

Jon diketahui berperan sebagai joki sepeda motor yang membonceng Putra ketika mengeksekusi korban.

Sementara itu, Chandra alias Ayen (38), warga Jalan Tulang Bawang, Medan Petisah, bersama Jon Marwan Lubis alias Ucok (62) penduduk Jalan Sei Deli, Medan, ditangkap karena menerima perintah Rawi untuk menyembunyikan pistol yang digunakan untuk menembak korban.

“Keduanya turut diamankan karena menerima titipan senjata api milik tersangka Rawi. Kami menemukan tiga pucuk pistol yang disembunyikan di kandang ayam rumah Ucok,” beber Sandi.

 

Sumber : Serambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *