Warga Panjang Meminta Pembunuh Pasangan Lansia di Hukum Mati

SUARAMEDANNEWS.com, Lampung – Warga Panjang menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (5/10) siang.

Warga meminta kepada hakim agar Edo Pratama di hukum mati, ter dakwa sendiri di hukum karena telah menghilangkan nyawa pasangan kakek nenek yang bernama Halim Sari dan Hartini.

Beberapa Warga yang berdemo membentangkan poster bertuliskan permintaan agar hakim menghukum mati Edo ada juga yang bertuliskan agar terdakwa di hukum seberat-beratnya.

Juru bicara warga, Hendrik, mengatakan, warga Panjang meminta hakim untuk memberikan hukuman mati bagi Edo.

“Kami minta hakim menghukum Edo dengan hukuman mati karena dia sudah menghilangkan dua nyawa,” ujar Hendrik.

Apabila tidak diberikan hukuman mati, Hendrik meminta, hakim untuk memberikan hukuman ringan sekalian.

“Kalau tidak dihukum berat, ya dihukum ringan saja biar nanti kami yang menghukum dia usai keluar dari penjara,” tuturnya.

Rencananya hari ini persidangan terhadap Edo digelar dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak Edo.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Desi Andriani menuntut Edo Pratama (19), terdakwa pembunuhan, dengan pidana penjara selama 20 tahun.

Tuntutan ini dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (28/9).

Desi menyatakan, Edo terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap pasangan Halim Sari dan Hartini.

“Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur pasal 340 KUHP,” ujar dia.

Hal yang memberatkan menurut jaksa penuntut umum perbuatan Edo menghilangkan nyawa pasangan suami istri Halim dan Hartini dan perbuatan Edo membuat trauma cucu Halim yang menyaksikan perbuatan tersebut.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close