Ketua Umum Gema Santri Nusa dan Pendiri Majelis Ahlul Kirom: Konsisten Amalkan Maulid Diba’, Bangun Kebersamaan Antar Umat dan Tangkal Faham Radikalisme

 

Kyai Muhtarom S.Ag sedang menyampaikan wejangan kepada anggota jama’ah Majelis Sholawat Ahlul Kirom sebelum memimpin Pembacaan Maulid Diba’ (Dok.suaramedannews.com)

Suaramedannews.com, Deliserdang – Dengan mengamalkan Maulid Diba’ secara konsisten dan istiqomah Insya Allah Majelis Sholawat Ahlul Kirom akan mampu meningkatkan kedekatan umat dengan Allah SWT dan membangun kebersamaan antar umat serta dapat menjadi benteng dalam menangkal faham-faham radikalisme, faham wahabi dan faham-faham ekstrim lainnya.

KH Akhmad Khambali SE MM didampingi Kyai Muhtarom S.Ag sedang menyampaikan sambutan membuka kegiatan Pembacaan Maulid Diba’an (Dok.suaramedannews.com)

Hal ini dikatakan KH Akhmad Khambali SE MM, Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa) di sela-sela kesempatan beramah tamah dengan anggota Majelis dan awak media ini seusai kegiatan Pembacaan Maulid Diba’an Majelis Sholawat Ahlul Kirom sekaligus halalbihalal di kediaman KH Akhmad Khambali Kompleks Villa Surya Kasih Jalan Karya Kasih No.3 Kec Medan Johor, Selasa malam (24/05/2022).

“Kita bersatu saat bersholawat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan Rasulullah, sekaligus mampu membangun kebersamaan dan kegotongroyongan”, kata Pendiri dan Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom.

“Dengan bersholawat, Insya Allah kita semua mendapatkan syafaat atau pertolongan dari Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, agar lebih mudah masuk ke Surga Nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala”, terang kyai muda ini.

“Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam adalah tanda cinta seorang Muslim kepada Beliau”, ucap Kyai Khambali.

Sebagai pendiri dan pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom, Kyai Akhmad Khambali menaruh harapan agar Majelis yang juga didirikan dan dibina Alumni Pondok Pesantren Langitan Tuban Kyai Muhtarom ini, secara kontinu dan konsisten selalu membumikan pembacaan Maulid Diba’ yang sudah mulai langka di generasi saat ini.

“Salah satu alat menangkal faham radikalisme, faham-faham asing adalah kita harus mengamalkan amalan-amalan Ahlussunah waljamaah, salah satunya dengan pembacaan Maulid Diba’,” ujarnya.

Terkait tentang upaya menangkal faham radikalisme, Kyai Khambali menguraikan tentang fenomena yang belum lama ini terjadi di Sumatera Barat yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam serta dikenal kuat dalam mengamalkan dan melestarikan faham Ahlussunah waljamaah.

Ketua Forum Kyai Muda Sumut ini mengatakan bahwa pada awalnya tokoh-tokoh masyarakat Sumatera Barat belum percaya bahwa masyarakat Ranah Minang bisa terpapar faham radikalisme

Namun ketika Wakil Sekretaris BPET MUI Pusat ini sedang berada di Sumatera Barat pada tanggal 28/04/2022, bersama dengan Densus 88, ada sejumlah 1258 masyarakat Sumatera Barat yang terpapar faham radikalisme dan sempat tergabung dengan NII Center.

“Alhamdulillah, kita sudah tiga kali kemarin pas selama saya ke Sumbar untuk mem-backup dan membai’at (mereka) kembali, untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” jelasnya.

Di kegiatan Maulid Diba’an Majelis Sholawat Ahlul Kirom yang berjalan hampir setahun dan sudah berhasil membuka cabang di Propinsi Sumatera Barat tersebut, Kyai Khambali mengucapkan rasa syukur dan optimisnya terhadap majelis yang diasuhnya ke depan akan semakin tumbuh kembang lebih besar lagi dan Go National dengan tetap menjaga netralitas tanpa harus tercemar kepentingan partai politik mana pun.

“Alhamdulillah dengan Majelis Ahlul Kirom yang sudah kita dirikan selama satu tahun, kita ingin Majelis Ahlul Kirom ini bisa lebih besar lagi, ucapnya.

“Syukur-syukur Majelis Sholawat Ahlul Kirom sesuai dengan doa kita ini bisa Go National, karena Majelis Sholawat Ahlul Kirom ini bukan untuk alat politik,” sambungnya.

“Tetapi Majelis Sholawat Ahlul Kirom ini untuk mengawal tradisi, untuk merawat tradisi Ahlussunah waljamaah secara kultural yang sudah mulai luntur,” lanjut pria asal Tegal, Jawa Tengah ini.

Sejalan dengan tujuan merawat tradisi Ahlussunah waljamaah sebagai benteng penangkal faham-faham ekstrim tanpa harus tercampur kepentingan politik praktis, Ketua DPP SARBUMUSI NU ini mengingatkan jama’ah Majelis yang diasuhnya untuk meluruskan niat untuk apa bergabung di Majelis Sholawat Ahlul Kirom.

“Jadi harus ada di benak fikiran kita bahwa Majelis Sholawat Ahlul Kirom itu tidak berafiliasi kepada partai politik mana saja, terangnya.

Kepada seluruh jama’ah majelis yang hadir di hadapan awak media ini, Ketua Federasi RTMM Gartek K-SARBUMUSI NU ini mengingatkan konsekuensi bagi majelis atau organisasi kemasyarakatan yang ikut latah terkooptasi kepentingan partai politik.

“Karena kalau sebuah majelis atau ormas sudah terkontaminasi dengan parpol, maka tunggulah kehancuran,” tegasnya.

Kyai Muda ini tidak melarang anggota jama’ah Majelis Shalawat Ahlul Kirom untuk terjun ke dunia politik sepanjang tidak membawa urusan kepentingan partai politik ke dalam Majelis Sholawat Ahlul Kirom.

“Kalau mau berpolitik, berpolitik lah, tetapi jangan dibawa ke majelis, agar nawaitu kita benar-benar ikhlas, untuk apa?”, lanjutnya sembari beretorika.

“Untuk hikmah, untuk mencari syafaat dari junjungan Nabi Besar Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wassalaam,” pungkasnya.

Di penghujung kegiatan yang diliburkan sepanjang bulan suci Ramadhan tersebut Kyai Akhmad Khambali menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi dan keistiqomahan seluruh anggota jama’ah majelis dalam mengikuti kegiatan tradisi Ahlussunah waljamaah An-Nahdliyyah yang diadakan di setiap Selasa malam.

“Kita-kita ini Insya Allah istiqomah setiap Selasa malam Rabu selalu konsisten, ya mau hujan, mau badai, Alhamdulillah wajah-wajah ini yang selalu istiqomah,” tuturnya.

“Dan mudah-mudahan kita di yaumil qiyamah akan tetap menjadi pengikut setia Nabi Muhammad Shollallaahu’alaihi wassalaam,” harapnya yang diamini seluruh jamaah Majelis Sholawat Ahlul Kirom.

(Penulis:Amri Harahap/Editor:Indra Matondang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *