Ketum Gema Santri Nusa: Pernyataan Kapoldasu Yang Baru Sangat Menyejukan Dan Wajib Didukung Semua Pihak

Suaramedannews.com, Medan – Di dalam organisasi apapun tentunya memerlukan pegawai atau aparat yang beradab, mempunyai akhlak yang baik, tata krama, beretika, sopan, dan bijaksana dalam menjalin hubungan dengan para stakeholder. Menjadi pegawai atau aparat beradab bukan tentang bersikap seperti bangsawan, tetapi memahami pentingnya memperlakukan orang lain dengan respek seraya menjaga citra diri yang baik sebagai anggota Polri. Polisi yang beradab pasti memiliki akhlak yang terpuji, mampu menerapkan ilmunya dengan baik, memahami nilai-nilai budaya, cenderung menghindari kebiasaan buruk, dalam kata-kata dan tindakan. Mampu menempatkan adab di atas ilmu, artinya polisi yang menempatkan ilmu tanpa beradab, akan menambah kesombongan dan tidak bermanfaat untuk dirinya dan orang lain dalam berorganisasi. Namun sebaliknya dengan beradab dalam berilmu itu lebih mudah dipelajari dan diamalkan serta lebih mudah untuk disampaikan karena adab menerapkan akhlak yang mulia serta dapat mencegah silo antar bagian dan ego sektoral. Dengan demikian adab mengedepankan kemuliaan budi pekerti yang luhur dari pada orang yang berilmu. Ilmu dan adab adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya berkaitan erat dan saling berhubungan satu sama lain.

Pernyataan ini dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), KH Akhmad Khambali SE MM, sebagai salah satu wujud memberi dukungan secara penuh, apa yang disampaikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) yang baru dilantik Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi, bahwa Beliau (Kapoldasu yang baru) berharap semua pihak di Sumatera utara hendaknya mengedepankan norma-norma budaya dan mengedepankan adab, yang jika setiap pihak mengedepankan hal-hal tersebut, maka ruang publik (public sphere) akan terasa aman, nyaman dan tentram, sehingga semua pihak bisa saling asah, saling asuh dan saling asih.

Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom ini menjelaskan, adab tentu penting bagi manusia, sebab adab merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia yang kelak akan menuntut manusia untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa menempatkan diri pada tempat maupun waktu tertentu.

Para pimpinan maupun anggota Polri khususnya di jajaran Mapolda Sumatera Utara, lanjut Kyai Khambali, diwajibkan untuk menjadi teladan dalam mengajarkan akhlak yang baik pada sekitar lingkungannya. Memberi contoh bagaimana cara bersikap, tidak egois, membantu orang lain, termasuk bagaimana bersikap menjadi Polisi yang baik sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) sesuai dengan nilai-nilai dan budaya Bangsa Indonesia yang penuh kesantunan dan kesopanan.

Kyai Khambali menelaah dengan seksama apa yang disampaikan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi terkait Etika dan Adab serta Norma Budaya.

Mengapa Etika sangat penting bagi Bapak Kapoldasu? Karena Etika :

1. Bersifat universal

2. Menentukan keberlangsungan peradaban manusia

3. Selalu relevan sepanjang masa

4. Sangat berperan bagi kemajuan suatu bangsa

5. Mempertanyakan kewajiban manusia sebagai “manusia”.

6. Etika menentukan reformasi birokrasi khususnya di dalam tubuh Polri khususnya di Polda Sumatera Utara.

“Maka dari itu, pernyataan Kapoldasu yang baru wajib didukung penuh, sebab bagi kami Attitude Number One dan setiap masyarakat hendaknya sama-sama memiliki ‘PMA’ alias Positive Mental Attitude”, ujar Kyai Khambali yang juga Pengurus Harian BPET MUI Pusat.

“Selamat bertugas dan menjadi pengayom serta pelindung bagi masyarakat Sumatera Utara dengan Etika dan Estetika, guna mewujudkan Sumatera Utara yang Beradab dan Berkarakter”, tutup Kyai Khambali.

(Reporter:Indra Matondang/Editor:Fery Sinaga)

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *