MANDAILING NATAL, Suaramedannews.com – Penyebab keruhnya Air Sungai Rantopuran yang mengairi Desa Gunung Tua Raya (Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua panggorengan, dan Desa Ipabondar) Kabupaten Mansdailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), akan dilakukan penelusuran kehulu Sungai.
Rencana penelusuran ini membutuhkan perencanaan yang matang dalam persiapan personil serta kebutuhan bekal bagi tim dalam melakukan penelusuran.
Kepala Desa Gunung Tua Julu, Damran mengatakan, pihaknya bersama seluruh Kepala Desa diwilayah Gunung Tua Raya masih menggelar musyawarah terkait rencana penelusuran tersebut.
Menurut Damran, perjalanan menuju hulu sungai Rantopuran diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari tiga malam. Dengan kondisi medan yang cukup berat.
Karena itu, diperlukan persiapan matang. Terutama menyangkut biaya operasional dan bekal logistik bagi tim yang akan diberangkatkan.
Kami masih melakukan musyawarah terakhir bersama para Kepala Desa, karena perjalanan menuju hulu sungai Rantopuran cukup beratdan memakan waktu sekitar tiga hari tiga malam. Jadi, perlu dipastikan dahulu kesiapan biaya serta bekal untuk tim yang akan berangkat.”terang Damran melalui sambungan Singkat Whats App, Selasa(12/05/2026).
Damran juga menjelaskan, tim penelusuran yang direncanakan akan diberangkatkan berjumlah sekitar lima orang. Seluruh anggota tim dipilih dari warga yang dinilai memahami medan dan kondisi wilayah menuju hulu sungai Rantopuran.
Sementara Kepala Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Zulham Nasution, mengutarakan, tim penelusuran belum diberangkatkan karena masih mencari tambahan anggota yang dianggap mampu menghadapi medan berat menuju lokasi hulu sungai.
“Belum berangkat pak, masih mencari satu orang lagi yang kuat dan tangguh serta mengerti medan yang dituju, karena harapan kita jangan sia-sia bila mengirimkan orang.”utaranya.
Sebelumnya Zulham beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya bersama personil polsek Panyabungan telah melakukan penelusuran awal hingga beberapa kilometer dari Desa Sopo Batu. Namun, penelusuran tersebut belum berhasil menemukan sumber penyebab keruhnya sungai.
“Kami juga sudah melakukan pengecekan bersama personil Polsek Panyabungan hingga beberapa kilometer dari Desa Sopo Batu. Pengecekan berlangsung selama dua hari, namun penyebab keruhnya sungai belum ditemukan, karena tim kehabisn bekal dan akhirnya kembali.”terangnya.
Keruhnya Sungai Rantopuran yang merupakan Sumber air bersih bagi warga ini, telah menjadi pembahasan. Beberapa hari sebelumnya, sejumlah kepala Desa telah menggelar musyawarah dilopo(warung kopi) itik, Desa Gunung Tua Penggorengan, guna membahas kondisi sungai tersebut dan langkah penanganannya.
Musyawarah itu dihadiri perwakilan Desa dari Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Penggorengan, Ipar Bondar, Manyabar, Manyabar Julu, Gunung Manaon, Saba Jambu, Pagaran Tonga hingga Desa Gunung Barani.
Hingga berita ini terbit, kondisi air sungai Aek Rantopuran masih terlihat keruh. Warga berharap upaya penelusuran yang dilakukab para kepala Desa bersama pihak terkait dapat segera membuahkan hasil, sehingga penyebab keruhnya sungai dapat diketahui dan di tangani.
Reporter: Suhartono / Editor: Afrizal Nst