ALASAN SISWA&GURU SD AL HIDAYAH DI USIR DARI SEKOLAH TIDAK MASUK AKAL

Suaramedannews.com, Deli Serdang –   Alasan siswa dan Guru SD Islam Al Hidayah di usir dari sekolah disampaikan oleh Supiandi yang mengaku mewakili warga Dusun XV Desa Sei Semayang, tidak masuk akal

“Pasalnya selama Yayasan (SD Islam Al Hidayah ) itu berdiri di areal masjid kerap menimbulkan suasana tidak nyaman sehingga mengakibatkan terhambatnya aktifitas keagamaan seperti terhambat pelaksanaan shalat idul fitri, qurban, zakat fitrah dan lainnya. Dan supiandi juga menyampaikan bahwa “ tanah itu sebenarnya sampai sekarang tanah HGU PTPN II ” Terang Supiandi yang di muat beritanya di sebuah media Online tidak masuk akal terang Ridwan selaku kepala sekolah Al Hidayah kepada Suaramedannews.com

Ridwan juga mengatakan alasan yang di utarakannya itu tidak mewakili masyarakat Dusun XV Desa Sei Semayang dan membuat kontroversi.

“Alasan yang di kemukakan oleh Supiandi membuat kontroversi di masyarakat Dusun XV Desa Sei Semayang, pasalnya masyarakat berpendapat bahwa alasan tersebut tidak mewakili masyarakat” jelasnya

Ridwan juga menambahkan kalau yang di katakannya itu tidak masuk di logika apa lagi akal sehat.

“Menurutut masyarakat alasan tersebut tidak logika dan tidak bisa diterima akal sehat karena hanya dengan masalah kecil yang di ada adakan di jadikan alat untuk mentelantarkan siswa yang bersekolah di SD Islam Al Hidayah”.

Ridwan kembali menambahkan yang di ucapkan Supiandi Shalat hari raya idul Fitri dan idul adha terhambat karena gedung SD Islam Al Hidayah padahal kenyataannya setiap tahun Halaman Masjid dan SD Islam Al Hidayah cukup dan muat untuk menampung jamaah shalat hari raya idul fitri dan idul adha dan tidak ada jamaah yang shalat sampai ke jalan raya”.

“Dan yang kedua Supiandi mengatakan SD Islam Al Hidayah menyebabkan terhambatnya pelaksanaan Zakat Fitrah yang tentunya ini adalah pernyataan ngawur karena kita semua tau zakat fitrah hanya membutuhkan beberapa meja dan tempat untuk menyimpan zakat. Menurut keterangan masyarakat pernyataan tersebut sangat memalukan mengingat Supiandi adalah tokoh agama”. Sambungnya

Surat Ikrar wakaf“Dan yang ketiga Supiandi mengatakan tanah yang di tempati SD Islam Al Hidayah merupakan tanah HGU PTPN II. Pernyataan tersebut baru muncul ketika kasus ini masuk ke ranah Hukum yaitu Pengadilan Agama Lubuk Pakam, sekitar sebulan yang lalu orang orang yang menuntut SD Islam Al Hidayah Pindah dari lahan tersebut mengatakan tanah tersebut adalah tanah wakaf hal tersebut tertulis pada surat peringatan untuk pindah dari tanah wakaf yang diterima ketua yayasan Al Hidayah. Seandainya lahan tersebut benar tanah HGU PTPN II maka Supiandi dan kawan kawan tidak berhak mengusir siswa dan Guru SD Islam Al Hidayah. Dan yang berhak menentukan tindakan adalah pihak PTPN II”. Tegasnya

Ridwan juga mengatakan Banyak warga yang mengecewakan tindakan Supiandi yang mengaku mewakili masyarakat Dusun XV Desa Sei Semayang sebab sebagian besar masyarakat tidak setuju dengan pendapat beliau.

“Sangat banyak Masyarakat yang tidak setuju dengan alasan Supiandi karena dianggap terlalu berambisi untuk memindahkan SD Islam Al Hidayah dengan alasan yang dibuat buat tanpa memikirkan nasib siswa SD Islam Al Hidayah yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu dan anak yatim”. Pungkasnya

“Masyarakat berharap Supiandi beserta orang orang yang menuntut SD Islam Al Hidayah Pindah dari lokasi yang ditempati sekarang segera menyadari bahwa perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan melanggar hukum dan membuat keresahan Antara sesama masyarakat Dusun XV Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal. Masyarakat menginginkan agar anak anak yang belajar di SD Islam Al Hidayah bisa belajar tenang dan nyaman tanpa rasa takut”. Tutupnya (Red)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *