Suaramedannews.com, Medan – Asik menelpon di pinggir rel kereta api Warga Pasar 8 Desa Seirotan Kecamatan Percut Sei Tuan disambar kreta api jurusan Medan – Kualanamu. Senin (26/01/2026).
Kasi Humas Polsek Medan Tembung Aiptu Sir Jhon Milala, S.H saat dihubungi suaramedannews.com membenarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi pada sore Pukul.17.30 WIB di Jl.Gambir Psr.8 Dsn.5 Desa Seirotan Kec.Percut Seituan.
“Benar, Informasi berawal dari laporan Kepala Dusun (Kadus) ke Babinkamtibmas Samtim Aiptu Wandi, yang mengatakan ada warga yang ditabrak kreta api, dari laporan kadus tersebut Aiptu Wandi meneruskan laporan ke Polsek Medan Tembung, dari laporan tersebut Pawas lpda Sutomo bersama Piket Fungsi mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan benar menemukan seorang laki-laki tergeletak telungkup dipinggir rel dan sudah meninggal dalam keadaan kepala pecah,tangan kiri patah dan kedua kaki lecet-lecet”Jelas Aiptu Sir Jhon Milala, S.H
Setelah dipastikan kondisi korban, tambah Sir Jhon, tim nya melapor ke Polrestabes Medan, selang beberapa waktu Team Inafis Polrestabes Medan Tiba di lokasi dan melakukan Identifikasi korban. Kemudian korban dibawa menggunakan ambulan ke Rs.Mitra Medika pasar 8 untuk pembersihan luka-luka korban.
Sebelumnya Kasi Humas Polsek Medan Tembung Aiptu Sir Jhon Milala, S.H menjelaskan awal korban di tabrak kreta api yang didapat dari keterangan saksi yang juga kawan nongkrong korban (ER)(48), (M)(51), (Y)(51), dan (H)(23) Korban (SAS) (48) yang sebelumnya bersama saksi masih minum kopi disalah satu warung yang tidak jauh dari lintasan rel.
“Menurut saksi yang merupakan teman nongkrong (SAS), korban sempat diteriaki jika ada kreta api melintas, diduga korban mungkin tidak mendengar teriakan saksi karena sedang menelpon dan tidak menyadari ada kreta api sedang melintas ke arah korban”terang Sir Jhon
Kasi Humas Polsek Medan Tembung kembali menambahkan jika saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarga.
“Selanjutnya korban telah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan, karena keluarga korban tidak bersedia jika korban di otopsi”terangnya
Aiptu Sir Jhon Milala, S.H menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan menggunakan telpon seluler pada saat melintas di atas rel agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Kami selaku pihak ke Polisian tidak bosan-bosan selalu menghimbau kepada masyarakat terkhusus yang tinggal dekat lintasan rel, agar jangan bermain apalagi bertelepon didekat lintasan kreta api, ingat sayangi hidup kita”himbaunya.
(Reporter:Anto/Editor:Royziki F.Sinaga)