suaramedannews.com,DELI SERDANG- Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) Deli Serdang mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat pada Kamis (5/2) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan massa bertujuan untuk memprotes buruknya pengawasan serta penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga merusak lingkungan di wilayah tersebut.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuding DLH Deli Serdang tidak becus menjalankan fungsi pengawasan. Akibatnya, banyak korporasi yang disinyalir bebas membuang limbah ke aliran air tanpa mendapatkan sanksi berat, sehingga merugikan ekosistem dan masyarakat lokal.
Poin Tuntutan Mahasiswa
Melalui selebaran pernyataan sikap, koordinator aksi, Seri Wahyu, bersama massa lainnya menyampaikan lima poin utama kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang:
1. Evaluasi Jabatan: Mendesak Bupati Deli Serdang untuk mencopot Kepala Dinas LH dan Kabid Penegakan Hukum yang dianggap tertutup mengenai informasi pencemaran.
2. Pencabutan Izin Usaha: Meminta penghentian operasional tiga perusahaan yang diduga kuat sebagai pencemar lingkungan, yaitu CV Restu Indah Kotak Karton, PT Wijaya Nusantara Lestari, dan CV Saudara Mitra Sukses.
3. Audit Dokumen: Menyoroti maraknya perusahaan yang beroperasi tanpa dokumen UKL/UPL serta ketiadaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
4. Transparansi Hukum: Meminta Bupati mengusut tuntas kasus-kasus lingkungan yang selama ini dinilai jalan di tempat di tangan Dinas LH.
Respon Kepala Dinas
Aksi tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru menjabat, Rio Laka Dewa. Dalam sesi diskusi bersama perwakilan mahasiswa dan media, Rio menyatakan komitmennya untuk menindak tegas perusahaan nakal dalam kurun waktu 90 hari ke depan.
Kepada wartawan, Rio mengapresiasi kontrol sosial yang dilakukan mahasiswa selama hal tersebut murni untuk kepentingan rakyat.
“Jika gerakan ini memang murni untuk kepentingan masyarakat luas di Deli Serdang, saya acungkan dua jempol. Namun, sangat disayangkan jika gerakan seperti ini justru ditunggangi kelompok tertentu,” ungkap Rio.
Massa AMB menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar apabila komitmen penuntasan masalah lingkungan ini tidak terealisasi dalam waktu yang dijanjikan. (Anto/Red)