Diskusi Pakar Tentang Pengembangan Bahasa Daerah Melayu di Indonesia, Kerjasama Universitas Islam Sumatera Utara PW. ISMI Sumut

Suaramedannews.com, Medan – Diskusi tentang Pengembangan Bahasa Daerah Melayu ini yang digagas oleh Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) , kerjasama dengan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Melayu Indonesia, Sumatera Utara.

Acara dilaksanakan di ruang serbaguna Universitas Islam Sumatera Utara secara luring dan daring jumat (20/5/2022).

Disampaikan Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP diskusi ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 114, tahun 2022.

Sebelumnya sambutan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Melayu Indonesia Dr. Abdul Rahim, M. Hum

Kerjasama ISMI dan UISU ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, kualitas dan membumikan bahasa melayu.

Kita sadari bahwa bahasa melayu adalah bahasa nasional sebagai bahasa pemersatu.

Sebelumnya Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ikatan Sarjana Melayu Indonesia dengan Universitas Islam Sumatera Utara.

Penandatanganan Nota kesepahaman dilakukan antara Rektor UISU, Yanhar Jamaluddin dan Ketua PW ISMI Sumut Dr. Abdul Rahim, disaksikan oleh Sekretaris PW ISMI, Muhammad Fadly Abdina SP, M. Si, Biro Politik Hukum & HAM, Abdul Aziz, ST.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi:

1.Bidang Pendidikan.

2. Penelitian.

3. Pengabdian masyarakat.

4. Pengkajian dan penulisan budaya melayu.

5.Pemasyarakatan budaya melayu.

6. Dan lain-lain yang disepakati oleh PARA PIHAK.

Kata pembukaan dalam diskusi Ini disampaikan Rektor UISU, Yanhar Jamaluddin, kegiatan hari ini dilaksanakan sesungguhnya dalam rangka pengembangan budaya akademik, baik penelitian pengabdian masyarakat, maupun dakwah.

Target yang dicapai adalah bagaimana menggali kearifan lokal.

Salah satu kearifan lokal di Sumatera Utara adalah etnis melayu, disamping enam etnis lainnya.

Beliau sampaikan 60 persen kawasan pesisir timur dihuni oleh orang-orang Melayu, bahasa sehari-hari adalah bahasa melayu.

Yanhar melanjutkan bahwa dalam dialek bahasa melayu terbagi dua.

Seiring dengan runtuhnya kekuasaan Portugis di Malaka dan munculnya berbagai kesultanan di pesisir semenanjung Malaya Sumatera, Kalimantan serta bagian selatan Filipina, dari

dokumen – dokumen tertulis berbahasa melayu, mereka menggunakan bahasa melayu yang disederhanakan serta mengalami percampuran dengan bahasa lokal yang lebih populer sebagai bahasa melayu pasar (Bazaar Malay).

Kedua adalah melayu tinggi yang dipakai dalam kalangan bangsawan, termasuk dalam ke susasteraan jelas,” Yanhar.”

Dalam Diskusi ini UISU menghadirkan tiga orang narasumber masing-masing:

Pertama, Dr. Maryanto. M. Hum

Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara.

Narasumber kedua, Dr. Dra. Thyrhaya Zein, MA

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, sekaligus Dewan Pakar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI).

Narasumber ketiga,

Dr. Abdurahman Adisaputra, M. Hum

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas sumatera Utara.

Ketiga Narasumber memaparkan presentasenya dengan bahasa yang enak untuk dicerna, webinar ini juga diikuti peserta dari Natuna, pulau terluar wilayah Indonesia.

Penulis : Abdul Aziz

Editor:Supriadi

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *