Kadis salah satu instansi di pemerintah kabupaten Mandailing Natal Kurang bersahabat Terhadap tugas Jurnalis

Suaramedannews.com, Mandailing Natal – Setiap Jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalisnya dilindungi oleh Undang-Undang, sebagaimana terkatub didalam UU Nomor 40 tahun 1999 Bab II Pasal 4 ayat (1) yang berbunyi “Kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak azasi warga negara”, Ayat (2) “terhadap pers tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran”, Ayat (3) “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers mempunyai hak untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Serta didalam UU Nomor 40 tahun 1999 Bab VIII Pasal 18 ayat (1) jelas tertuang ” setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).

Berdasarkan UU diatas diduga salah satu Kadis pada salah satu instansi yang berada pada Pemerintahan Daerah Kabupaten Mandailing Natal telah melanggar UU tersebut. Sang Kadis diduga telah mengusir salah satu Wartawati dari salah satu Media online yang bertugas dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Pada saat hendak meminta konfirmasi tertulis terkait dengan proyek pemeliharaan gedung kantor yang diduga telah melanggar perpres nomor 70 tahun 2012 tentang jasa konstruksi.

Halimah wartawati media online menjelaskan kronologis kejadian kepada awak media.

“Saat itu saya menemui Kadis untuk meminta jawaban konfirmasi tertulis saya dengan jawaban tertulis pula tentang proyek pemeliharaan gedung kantor salah satu dinas di pemda madina yang dipecah menjadi 2 (dua) paket pekerjaan”ungkap Halimah.

“Namun sang Kadis malah menyuruh anggotanya untuk menjawab konfirmasi tertulis saya secara lisan tapi saya menolak dijawab secara lisan karena saya mengkonfirmasi Kadis secara tertulis dan saya meminta harus dijawab secara tertulis juga”ucap wartawati tersebut kepada awak media.

Namun halimah mengatakan ia dibentak oleh sang Kadis,selanjutnya mengusir halimah dari ruang kerjanya.

“Saya tidak ada waktu untuk menjawab konfirmasi mu, keluar kau dari ruangan ku”bentak sang Kadis dengan suara keras.

Bukan itu saja yang diucapkan oleh kadis kepada halimah,ia juga mengatakan”bilang kirim salamku sama si parkoas dan M Rusdi Batubara ya” ucap kadis kepada halimah.

M Rusdi Batubara, mengetahui ucapan si Kadis yang melibatkan dirinya dari media sniper kasus,ia langsung mencoba menemui Kadis tersebut namun tidak ada lagi diruang kerjanya.

Berdasarkan kejadian ini halimah mengatakan akan segera melaporkan permasalahan tersebut kepada penegak hukum setelah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan redaksinya.

“Saya akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum dan akan segera membuat laporan kepada penegak hukum setelah berkordinasi dengan pimpinan redaksi saya”Pungkasnya.

(Reporter:Suhartono/Editor:Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *