Pandangan Anggota DPD RI, Muhammad Nuh Pasca Pelantikan 3 Anggota Majelis Kehormatan MK Permanen

suaramedannews.com,Medan- Usai Ketua Makamah Konstitusi (MK) Suhartoyo melantik 3 Anggota Majelis Kehormatan MK (MKMK) Permanen, Ridwan Mansyur, I Dewa Gede Palguna, dan Yuliandri.

Ketiga anggota yang dilantik Ridwan Mansyur mewakili Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna, mewakili Tokoh Masyarakat, serta Yuliandri mewakili Akademisi.

Menanggapi pasca pelantikan 3 Anggota MKMK Permanen yang bertugas terhitung 8 Januari sampai 31 Desember 2024, dalam kesempatan ini awak media bertemu dan bincang-bincang bersama Muhammad Nuh dalam kegiatan Kunjungannya ke daerah Pemilihan (Kundapil) di Medan pada Rabu (10/1/2024).

Berikut hasil bincang-bincang dengan Muhamad Nuh.

Permasalahan yang
cukup berat di bangsa kita adalah distrust (hilangnya rasa kepercayaan). Makanya Pemilu di Indonesia jadi rumit.
Kalau di diilustrasikan dengan pertandingan bola, kita bukan hanya harus mempersiapkan pemain yang handal; tapi juga harus punya hakim garis dan wasit sendiri.
Itulah beratnya Pemilu kita. Peserta Pemilu, baik Partai Politik maupun calon perorangan (calon anggota DPD RI) harus menyiapkan saksi sendiri. Padahal sudah ada Bawaslu (panwas lapangan).
Makanya, meski sudah dibentuk MKMK (Mahkamah Kehormatan MK) yang permanen, publik belum serta merta dan yakin tidak ada kecurangan. Sebab MKMK hanya mengawasi etika Hakim MK dalam menangani sengketa Pemilu di MK. Padahal kecurangan ditengarai berproses dari hulu sampai hilir.
DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang masih disorot. Sebab ada yang menelusuri 1 KK ada yang beranggotakan lebih 1000 orang…
Lain lagi adanya dugaan aparat terlibat. Ditarget bagi Kepala Lingkungan (Kepling) harus menggiring sekian suara, dan lain-lain.

MKMK (Mahkamah Kehormatan MK) permanen, yang bertugas mengawal etika para Hakim Konstitusi.
Ini terkait dengan sengketa Pemilu (termasuk Pilpres)
Pertanyaan mendasar disebagian rakyat Indonesia akan amankah seperti harapan masyarakat?

Kewaspadaan harus ditingkatkan, dan jangan lengah kawal pemilu agar benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Nuh

Kita memang harus berbenah di negeri ini.
Sebab ada ungkapan, kalangan tertentu “tak boleh kalah”…

Pilihlah pemimpin yang diharapkan rakyat untuk dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi, Aamiin.

(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *