Penjol Ilegal Terus Memakan Korban

Suaramedannews.com – Penjol ( Pinjaman Online ) pada saat ini lagi trending di masyarakat, apa lagi masa – masa pandemik Covid 19 pada saat ini yang semuanya serba sulit dalam sisi ekonomi, dikarenakan banyak pekerja yang di rumahkan bahkan sampai di PHK dan dampak ini juga sangat terasa bagi beberapa pengusaha kecil di karenakan Prokes, hal ini menjadi alasan masyarakat melakukan pinjaman Online, namum ada saja pihak – pihak yang memanfaatkan kondisi ini, dengan cara melakukan jasa pinjaman online ilegal karena tidak terdaftar di OJK.Aplikasi pinjaman online yang telah digolongkan sebagai fintech lending ilegal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masih terus memakan korban, bahkan menargetkan mereka yang tidak meminjam dana.(18/01/2022)

Salah satu contoh (SM)(55) warga Simpang limun, Medan terpaksa melakukan Penjol di karenakan harus menambah modal usahanya.

” kayak manalah bang terpaksanya aku minjam sama Penjol ini, karena kebutuhan untuk usaha ku ” terangnya kepada Media ini.

Yang paling miris lagi ternyata Penjol tempat ia meminjam tidak terdaftar di OJK, hingga (SM) harus membayar bunga yang cukup besar.

” besar kali bunga yang di kasih orang itu bang, tapi mau kayak mana lagi, aku butuh tambahan modal bang ” jelasnya.

Ketika di tanya dari mana beliau tau itu tidak terdaftar, (SM) mengatakan bertanya kepada temannya yang mengerti tentang penjol yang legal dan ilegal

” aku tau tempat aku meminjam ini ilegal dari kawan ku bang, tapi mau kayak mana lagi nasi sudah jadi bubur” terangnya.

(SM) juga mengakatakan di aplikasi tempat ia melakukan Pinjaman Online sangat aneh, karena ketika mau di lakukan pembayaran No Rekening penjol tersebut terus berubah – ubah, tidak seperti Penjol yang Legal yang cukup mempunyai satu No Rekening

” Aku juga heran bang penjol tempat aku melakukan pinjaman No Rekeningnya terus berubah tidak satu No Rekening ” Jelasnya

beliau juga mengatakan ada aplikasi penjol yang sama sekali tidak di downloadnya meminta tagihan kepada beliau.

“yang paling hebat lagi bang ada aplikasi penjol yang ilegal juga yang muncul dan meminta tagihan sama aku, sementara aku cuma pinjam sama satu penjol saja” terangnya

Permasalahan ini kata (SM) akan dia laporkan kepada pihak yang berwajib, karena ada penjol yang menyebar data pribadinya.

(SM) juga berharap agar Penjol ilegal yang selalu meresahkan masyarakat ini bisa cepat di tangkap oleh aparat, agar jangan sampai lagi ada korban yang lain.

Merasa penasaran awak media ini mencoba menelpon penjol yang memberi No HP nya 0813297697** kepada (SM) HP yang bersangkutan tidak aktif dan diulang lagi sampai empat kali jawabannya sama No HP Penjol tersebut tidak aktif.

Saat hal ini ditanyakan kepada Yudi Irsandi SH selaku OBH IKA FAHUM UMSU juga Anggota antara Lembaga dan Sekertaris Panitia Muscab PERADI mengatakan pinjaman online secara aturan dilarang.

” Penjol ini boleh saja, secara hukum perikatan sah, namun secara aturan dilarang ” jelasnya

Yudi juga mengatakan Penjol penjol bisa dilaksanakan tapi harus mendapat izin dari Menteri Keuangan dan izin dari Pemerintah juga Lembaga Resmi.

” Penjol dapat dilaksanakan apabila ada izin dari Menteri Keuangan dan perizinan dari Pemerintah dan Lembaga Resmi” Jelasnya kembali

Beliau juga menambahkan Penjol dalam melakukan pinjaman wajib melakukan kontrak sesuai aturan dan memberikan pernyataan tertulis bagai mana cara membayar dan penunggakan.

“Penjol yang resmi itu wajib melakukan kontrak sesuai aturan yang berlaku di Negara kita dan memberikan pernyataan tertulis tentang tata cara membayar dan penunggakan yang harus diselesaikan ” tambahnya

Ketika ditanyakan masalah hukum yang dapat di jerat kepada Penjol karena menyebar data konsumennya ke Media sosial beliau mengatakan,mereka melanggar UU IT karena mendistribusikan tanpa izin dan di kenakan pasal 45a. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.