Suaramedannews.com – SERASI kembali menghadirkan single terbaru mereka, ini adalah bentuk komitmen mereka untuk terus berkarya. SERASI tetap di jalurnyanya yang mengusung musik – musik oldies khususnya tahun 70-an yang mana musik di Indonesia banyak bercampuran dengan nuansa keroncong, melayu, beat – beat yang pelan mengayun yang sudah jarang terdengar di Indonesia. Karenanya AFE Record dengan bangga menyajikan SERASI dengan single keduanya “PESONA TUAN”.
“PESONA TUAN” berbeda dengan single SERASI sebelumnya “Adek Manis Abang Tampan” yang kental dengan Pop Melayu Tahun 70-an yang membawa kita untuk mengingat karya-karya Benyamin S, Bing Slamet dan P Ramlee (Malaysia), Karena “PESONA TUAN” akan mengingatkan kita pada musik – musik klasik yang dimainkan di Lounge atau Bar atau Club di tahun 70-an, nuansa musiknya benar – benar membawa kita lagu romansa 70-an, seperti lagu-lagunya Carpenters, dan di Indonesia seperti lagu-lagunya Ernie Djohan dan banyak lagi.
“dalam pembuatan lagu ini saya hanya membuat nada dan lirik lagu, tapi dalam penggarapan musik dikerjakan bersama, sehingga menghasilkan musik lagu Pesona Tuan yang seperti ini” jelas Opik Kurdi, “iyah Semuanya mengalir begitu aja, ide – ide yang ingin di tuangkan kami ungkapkan saat penggarapan lagu” Fani Ikut menambahkan “dan diramu di home studio kami, sedikit ditambahkan atau dikurangi, sehingga pas dengan nuansa yang kami inginkan” Yanda Ikut menambahkan.
“Lagu “PESONA TUAN” ini bercerita tentang seorang gadis yang lagi kasmaran dan menggambarkan suasana hatinya di setiap moment bersama lelaki yang disukainya, sang gadis merasa serasa dunia penuh warna, tapi itu sebatas angan-angannya saja karena perasaannnya di simpan rapat di hatinya berharap sang pujaan hati datang kepadanya membuat itu menjadi kenyataan” cerita Opik.
“semoga para pendengar dapat menikmati lagu kami, dan memahami keindahaan lagu – lagu Oldies yang kadang dapat menjadi lagu – lagu yang menemani malam indah kita” ujar personil SERASI band penuh harap.
Berikut lirikk lagu dari “PESONA TUAN”;
jiwaku terpaku padamu
saat jumpa engkau senja itu
kuhela nafasku dan membisu
kala pandang kita beradu
jantungku berdetak cepat
kagumi parasmu tuan
inginku mencoba mendekapmu
kala pandang kita beradu
REFF:
malam pun menjadi saksi bisu kita
bintang pun tersenyum beri cahaya
seandainya saja engkau tau
inginku memilikimu