Poltak K Marbun : Pendiri Sekaligus Ketua Yayasan IPWL Yayasan Nazar, Angkat Bicara Terkait Kekerasan Di yayasan Mairoz Jaya Plus Di Desa Telaga Kab Langkat Sumut

Poltak K Marbun : Pendiri Sekaligus Ketua Yayasan IPWL Yayasan Nazar, Angkat Bicara Terkait Kekerasan Di yayasan Mairoz Jaya Plus Di Desa Telaga Kab Langkat Sumut.

Suaramedannews .com Sabtu 22 Januari 2022 bertempat di Yayasan IPWL Nazar Jalan Kedondong No 10/Tower Marendal dalam Poltak k Marbun Pendiri sekaligus Ketua IPWL Nazar bersama dengan para pengurus Yayasan IPWL Nazar angkat bicara terkait kekerasan yang terjadi di Yayasan IPWL di Kabupaten langkat .

Menurut Poltak k Marbun insiden yang terjadi di salah satu lembaga yayasan Mairoz Jaya Plus yang berada di Desa Telaga Kabupaten Langkat yang mengakibatkan meninggalnya salah seorang pasien yang sedang direhab dan masuk dalam berita yang sedang viral dimedia sosial sekarang adalah suatu kelalaian yang terjadi di yayasan tersebut.Oleh karena itu marilah kita sama sama menunggu hasil keputusan dari pihak kepolisian terhadap Yayasan tersebut yang telah mengakibatkan meninggalnya seorang pasien di yayasan tersebut.

Poltak k Marbun Pendiri sekaligus Ketua IPWL NAZAR sejak tahun 2001di salah satu tempat rehabilitasi pengguna Narkoba tertua di Sumatra Utara. Menurut keterangan Poltak k Marbun , insiden ini terjadi di salah satu lembaga Yayasan Mairoz Jaya Plus berada di Desa Telagah Kab.Langkat Sumatera Utara mengakibatkan meninggalnya salah seorang pasien yang sedang dalam direhab dan masuk dalam berita sempat viral dimedia sosial sekarang adalah suatu kelalaian yang terjadi di yayasan tersebut. Oleh karena itu marilah kita sama–sama menunggu keputusan dari pihak kepolisian terhadap Yayasan tersebut yang telah mengakibatkan meninggalnya salah seorang pasien di yayasan tersebut.

“Ketua IPWL Nazar Poltak K Marbun ketika ditemui awak media, Yayasan IPWL Nazar yang didirikanya adalah bukan merupakan tempat pembantaian bagi para pasien pecandu narkoba yang sedang menjalani proses rehabilitasi, tetapi merupakan tempat untuk mengubah pola prilaku dan etika bagi para pecandu narkoba yang telah menjalani proses rehabilitasi didalam Yayasan IPWL Nazar.yang di kelolanya.

Sejatinya setiap Yayasan IPWL Nazar yang didirikan haruslah mendapatkan dua izin yaitu Kementrian sosial dan Kementrian Kesehatan.Menurut UU no 35 terkait rehabilitasi narkoba adalah, IPWL yang di tanggung jawapi oleh dua kementrian yaitu IPWL Rehabilitasi Sosial dibawah naungan Kemensos kemudian IPWL Medis dibawah naungan kementrian kesehatan RI.

“Tetapi sejatinya setiap Yayasan IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) yang didrikan haruslah berorientasi pada perubahan dan prilaku serta etika para pecandu narkoba yang sedang menjalani proses rehabilitasi di tempat tersebut. Oleh karena itu bila terdapat yayasan IPWL yang akhirnya ada penganiayaan atau menyiksaan terhadap para pasien pecandu narkoba sedang menyalani proses rehabilitasi maka yayasan tersebut harus dipertanyakan izinya dan di usut tuntas oleh pihak kepolisian serta diperiksa para oknum– oknum yang terlibat didalamya .

Menurut Poltak k Marbun ketika ditemui awak media IPWL Nazar yang didirikanya adalah bukan merupakan tempat pembantaian bagi para pasien pecandu narkoba yang sedang mengalami proses rehabilitasi tetapi adalah merupakan tempat untuk mengubah pola pikir prilaku dan etika bagi para pecandu narkoba yang telah mengalami proses rehabilitasi didalam Yayasan IPWL Nazar yang didirikanya tersebut pada tahun 2001 sampai sekarang belum ada bermasalah,” ucapnya.

“Sejatinya setiap Yayasan IPWL Nazar yang didirikan haruslah mendapat kan dua izin yaitu bisa izin Kementerian Sosial bila berbentuk yayasan sosial dan izin dari Kmenterian Kesehatan bila berbentuk kesehatan ,tetapi sejatinya setiap yayasan IPWL yang didrikan haruslah berorientasi pada perubahan prilaku dan etika para pecandu narkoba yang sedang mengalami proses rehabilitasi di tempat tersebut. Oleh karena itu bila terdapat diyayasan IPWL yang akhirnya terjadi penganiayaan atau menyiksaan para pasien pecandu narkoba yang sedang mengalami proses rehabilitasi maka yayasan tersebut harus dipertanyakan izinya dan di usut tuntas oleh pihak yang berwajib/ kepolisian dan diperiksa oknum oknum yang terlibat didalamya .
Pada kesempatan tersebut Raj salah seorang pegawai diyayasan IPWL yang di dirikan oleh Poltak Marbun.saat ini kita seperti keluarga saling kasih dan menyayangi sesama,” imbuhnya.

“Ia mengatakan bahwa Yayasan IPWL tempatnya bekerja sudah dan selalu memenuhi standart operasional prosedur dalam melayani setiap pasien pecandu narkoba yang telah direhabilitasi ditempat tersebut.Para pasien diajarkan untuk beretika dan bertata krama serta secara perlahan lahan akan diubah prilakunya agar dapat diterima dan beradaptasi dengan masyarakat luar ketika telah keluar dari tempat tersebut. Walaupun ada punishment atau hukuman yang dikenakan bila melanggar disiplin tetapi semua hukuman tersebut adalah hukuman yang bersifat mendidik dan untuk mengubah prilaku mereka kearah yang lebih baik lagi.Pada bagian lain salah seorang pasien pecandu Narkoba Joe yang sedang menjalani perawatan rehabilitasi diterima di yayasan IPWL Nazar tersebut merasa senang dan sangat bahagia dengan prilaku para pekerja dan perawat yang membantunya selama dalam proses rehabilitasi di Yayasan tersebut karena secara perlahan lahan dapat mengubah prilaku nya baik dalam berbicara dimana sekarang dia menjadi tidak gampang emosional dan lebih tenang dalam menghadapi setiap orang dan masalah apapun yang menimpa dirinya,”ungkapnya.(Junaidy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.