“Sosialisasi Sistem Pembayaran Digital QRIS Kerjasama H. Hidayatullah ,SE Komisi XI DPR RI dengan Bank Indonesia Sumut

Suaramedannews.com, Medan – Makhluk sejenis apa pulak QRIS ini ujar sebagian peserta Sosialiasi Sistem Pembayaran Digital awal nya, namun setelah dikasih tau dan diberi penjelasan berturut-turut turut oleh H. Hidayatullah Anggota DPR RI dari Komisi XI Fraksi PKS, Kepala Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Doddy Zulverdi, Poltak Sitanggang dan staf barulah kita mengerti ujar salah seorang peserta.

Hidayatullah Tokoh Ekonomi Syariah dan Pembina UMKM Sumut ini memulai sambutannya dengan membacakan Qur’an Surah At-Taubah ayat 34″ Wahai orang -orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan bathil, dan (mereka) menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya berikanlah kabar gembira kepada mereka, bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih. Dijelaskan Hidayatullah dengan QRIS mempermudah transaksi keuangan, jual beli, donasi, zakat, infaq, shadaqah bayar mudah tanpa ribet, tidak harus bertatap muka.

Saat suasana di masa pandemi covid transaksi non tunai sudah berjalan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah berinovasi untuk mempermudah transaksi ekonomi.

Sebelumnya dalam sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Doddy Zulverdi mengutarakan QRIS adalah singkatan dari Quick Response Indonesia Standard, QRIS sendiri adalah Standar Kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia.

Fungsi QRIS adalah untuk memudahkan proses transaksi dengan QR kode agar lebih cepat dan terjaga keamanannya, cukup satu QRIS untuk semua Ujar Doddy Zulverdi.

Dijelaskannya transaksi non tunai terus berkembang hanya dengan menunjukkan gambar, transaksi dapat dilakukan.

QRIS (transaksi non tunai) perlu kita dorong karena aman dan tercatat.

Dalam sosialisasi ini juga diperkenalkan mengenai BI FAST (transaksi cepat) yakni 24 jam sepanjang waktu serta biaya transaksi lebih murah dalam arti kata kliring 24 jam.

Dijelaskan Doddy kelebihan QRIS, “Pertama, Bisa terima pembayaran pelanggan dari berbagai bank, dompet digital cukup dengan 1 QR.

Kedua, Semua pembayaran pelanggan langsung masuk ke rekening.

Ketiga, Proses pengajuan mudah.

Keempat, Bebas biaya administrasi ( MDR/Merchant Discount Rate 0 %) dan terakhir, semua transaksi tercatat otomatis, ” tegas Doddy.

Dalam sessi tanya jawab peserta baik Bapak-bapak maupun ibu-ibu sangat antusias bertanya, ada yang memberi saran ada yang menanyakan apakah transaksi dengan QRIS dapat meminjam di bank? ujar salah seorang penanya.

Semua pertanyaan di jawab oleh pihak BI dengan baik.

Dalam sessi ini ada yang menarik perhatian, seorang bapak bertanya lebih tepatnya memberi suport serta dukungan untuk H. Hidayatullah agar berbuat lebih banyak dan beliau menyampaikan akan dukungannya kepada H. Hidayatullah untuk terus maju sebagai Aleg DPR RI 2024 nanti, dan di amini oleh peserta dengan serempak, terdengar juga di telinga ini mirip kampanye ya?

Hidayatullah senyum mendengarnya.

Hal ini tidak berlebihan dukungan untuk seorang Hidayatullah, betapa tidak, saya sering mendampingi beliau berkunjung ke daerah apakah Kundapil (kunjungan daerah pemilihan), Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Sosialisasi seperti saat ini di hotel yang nyaman, atau menerima delegasi/utusan dari para guru honorer di pelosok Kabupaten Sergei yang hanya diwakili 15 orang mengeluhkan bahwa mereka sudah lebih dari 15 tahun mengajar dengan honor yang di terima tidak lebih dari rp. 600.000 diterima pun per tiga bulan, dan mereka berharap dapat diangkat jadi ASN atas pengabdiannya.

Beliau mendengar aspirasi dan menyampaikan di pusat sana untuk diperjuangkan.

Sama saja bagi Hidayatullah, duduk disini di hotel maupun dibawah pohon sawit tetap saja menjalankan amanahnya secara paripurna, itulah sosok Hidayatullah yang bersahaja.

Ketua Panitia pelaksana Pamonoran Siregar, M. PD melaporkan jumlah peserta sosialisasi ini berjumlah 200 orang peserta dari berbagai kalangan, mulai MUI, Pusat Zakat Umat, (PZU) Sumut, Forum Sillaturahmi (Fosil) lembaga dan ormas, tegas Pamonoran Siregar.

Penulis: Abdul Aziz, ST

Pemerhati sosial dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.