Suaramedannews.com, Batubara – Berkunjung kekawasan wisata memang sangat menyenangkan. Apalagi tempat wusata tersebut penuh dengan kenyamanan dan fasilitas yang menyenangkan. Tentu ini akan menjadi agenda kunjungan selanjutnya.
Batu Bara merupakan wilayah yg berbatasan langsung dengan pantai. Sehingga tudak jarang banyak kita jumpai wisata pantai yg di kelola oleh masyarakat setempat, pengusaha maupun Pemerintah Daerah.
Salah satu wisata pantai yang lagi viral dan banyak dikunjungi wisatawan adalah Taman Wisata Hutan Manggrove di kawasan wisata pantai Sejarah, Pesisir Kabupaten Batu Bara.
Sayangnya, ramainya pengunjung di tempat wisata ini tidak di iringi dengan fasilitas pendukung untuk pengunjung. Seperti pada saat awak media ini melakukan kunjungan di lokasi wisa Hutan Manggrove Batu Bara, Minggu 26 Juni 2022.
Salah satu fasilitas yang tidak layak berupa penyedian air bersih dan MCK, seperti yang terluhat di bangunan gedung Museum Batu Bara yang berada di depan Ikon wisata hutan Manggrove tersebut.
Dalam gedung museum tersebut tidak tersedia MCK,, demikian juga dengan Musholla di samping gedung Museum Batu Bara tersebut, sarana air bersih dan kamar mandi tudak layak untuk kawasan wisata yang kagi ramai pengunjungnya. Sarana air bersih yang tersedia di gedung Museum terkunci, karena tidak bisa di gunakan baik untuk kamar mandi laki – laki maupun wanita. Aliran air tidak ada, kemungkinan terputus atau mesin pompa airnya rusak.
Selain sarana air bersih dan MCK di Museum Batu Bara, hal serupa juga di dapati di Musholla yang letaknya bersebelahan dengan gedung Museum Batu Bara. Air di Musholla tidak hidup, aliran air mati. Pada pelataran terkihat tumpukan sampah beserak serta kotak berupa kardus yang di buang sembarangan. Sepertinya luput dari pantauan petugas pengola wisata Hutan Manggrove.
Kesulitan akan air bersih dan MCK juga di alami oleh Bu Siti pengunjung wisata dari Medan. Dia kesulitan mendapatkan air ketika akan melaksanakan sholat Zuhur, dimana air yang ada alurannya mati. Untuk mengambil air wudhu Bu Siti menggunakan air minum isi ulang.
Untuk mengatasi kesulitan air bersih dan MCK ini, pengunjung wisata memanfaatkan air bersih dan MCK umum yang di sediakan oleh warga dengan imbalan membayar Rp 2000 untuk sekali ke kamar mandi,itupun harus antri.
Harapan pengunjung seperti yang di sampaikan Pa Rahmad dari Kisaran. Belia meminta agar Pemkab Batu Bara, terutama Dinas Pariwisata dan pengelola wusata agar memperhatikan sarana dan MCK ini. Demikian juga dengan kebesihannya, karena banyak sampah berserakan sementara tong sampah tidak tersedia dengan baik.
Baik Bu Siti maupun Pak Rahmad menyambut baik dengan kehadiran wisata Hutan Manggrove ini, karena itu mereka berharap agar fasilitas yang ada di tingkatkan.
(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)