Suaramedannews.com, Medan – Cuaca mendung yang menggelayuti Medan Johor pada Senin sore 8 Syawal 1443H / 9 Mei 2022 , tidak menyurutkan langkah dan semangat untuk bersilaturahmi di kediaman rumah Ustad Azwir Ibnu Azis di Jl. Eka Rasmi persisnya di seberang Masjid Al Bukhari.
Usai sholat berjamaah di masjid dilanjutkan bincang-bincang dirumah beliau.
Idul fitri ini mengingatkan kita tentang betapa pentingnya menjaga hubungan baik kepada Allah SWT, kepada masyarakat dalam tataran berbangsa dan bernegara ujar ustazd azwir memulai bincang -bincang.
Idul fitri ini mengingatkan kita tentang pentingnya Al Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi Negeri ini yang selalu mengalami berbagai kejadian yang bertubi-tubi, mulai dari bencana alam, persoalan sosial kemasyarakatan, tindak kriminal hingga hiruk pikuknya perpolitikan adalah buah dari tersingkirkan dan terpinggirkan Al Qur’an dari kehidupan kita ujar Beliau.
Penulis adalah Pengurus MUI Provinsi Sumatera Utara sebagai Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah Islamiyah, dan Pengurus MUI Kota Medan mendapat amanah di komisi Siyasah Syariah dan Kerjasama antar Lembaga, bersyukur dapat menggali ilmu dan pengalaman sekaligus berbagi informasi dari Ketua BKM masjid Agung medan ini.
Pembicaraan mulai dari Kepemimpinan di Sumatera Utara hingga keprihatinan yang mendalam terhadap pelaksanaan pemilu yang menyisakan berbagai persoalan.
Mulai dari kecurangan yang dipertontonkan secara vulgar, hingga ratusan petugas pemilu yang meninggal dunia namun tidak ada proses hukum dan investigasi dari keganjilan ini.
Padahal trilunan uang rakyat yang digunakan dalam pelaksanaan pemilu.
Saat ini pemerintah yang sangat otoriter itu kita rasakan bersama jelas Azwir.
Lebih lanjut beliau menyampaikan jadilah Islam washatiyah (umat pertengahan), juga bermakna menjaga diri dari sikap Ifrath (melampaui batas) dan tafrith (ekstrem).
Kami menjadikan muslimin sebagai pilihan terbaik, adil, pertengahan dalam setiap hal, tidak melampaui batas (ghuluw) dalam melaksanakan agama dan tidak seenaknya sendiri dalam kewajibannya.
Jadilah Islam yang Rahmatan lil Alamin.
Oleh karena itu sesungguhnya keseimbangan adalah watak alam raya, automaticly menjadi watak dari Islam sebagai risalah abadi.
Bincang-bincang kami berakhir dengan ustad Azwir dengan berkumandanganya azan dari muazin yang mengisyaratkan panggilan Allah untuk menunaikan sholat isya berjamaah.
Penulis: Abdul Aziz, ST
Pemerhati sosial dan lingkungan.