Suaramedannews.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti perjalanan Wali Kota Medan Rico Waas ke luar negeri yang sebelumnya dilaporkan sebagai perjalanan luar kota.
“Tadi katanya ke luar kota, tapi ternyata dicek posisinya di luar negeri. Ini yang tidak boleh,” kata Bobby kepada wartawan usai meresmikan Koperasi Merah Putih Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (16/5/2026).
Pernyataan itu mendapat tanggapan dari Koordinator Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) Azmi Hadly. Ia menilai situasi tersebut menimbulkan pertanyaan publik, terutama di tengah sorotan terhadap kenaikan LHKPN Wali Kota Medan dalam setahun terakhir dan rehabilitasi rumah dinas senilai Rp4,9 miliar.
“Kalau benar ada perjalanan ke luar negeri tanpa izin dan hanya dilaporkan sebagai ke luar kota, itu bentuk ketidakjujuran yang serius. Jabatan publik tidak boleh disalahgunakan untuk menutupi aktivitas pribadi, belum lagi tentang rehabilitasi rumah dinasnya,” tegas Azmi. Di Medan, Sabtu (16/05/2026).
Menurut Azmi, persoalan ini menambah keraguan publik terhadap integritas kepemimpinan, terlebih saat masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat efisiensi anggaran.
“Di saat rakyat sedang sulit karena efisiensi anggaran, justru muncul dugaan perjalanan ke luar negeri tanpa izin dan laporan harta yang melonjak tajam. Ini kontras sekali dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Azmi menilai capaian kerja Pemkot Medan belum sebanding dengan berbagai kontroversi yang muncul. Ia menyebut minimnya hasil kerja yang terlihat justru berbanding terbalik dengan meningkatnya sorotan publik terhadap aspek integritas.
“Kerja belum terlihat maksimal, tapi persoalan terus muncul. Ini yang membuat publik bertanya-tanya, sebenarnya prioritasnya untuk rakyat atau bukan,” katanya.
Ia meminta Wali Kota Medan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar spekulasi tidak semakin meluas.
“Transparansi itu wajib. Jangan sampai publik terus dibiarkan berspekulasi tanpa kejelasan,” pungkasnya.
(Royziki F.Sinaga)