suaramedannews.com,BINJAI — Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Binjai memastikan bahwa hubungan industrial di lingkungan kerja mereka tetap berjalan harmonis. Pihak bank juga menegaskan komitmennya untuk selalu memenuhi hak-hak karyawan sesuai regulasi yang berlaku. Ketegasan ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Binjai, Nartha Simamora, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Serikat Pekerja BRI Binjai guna meluruskan rumor terkait dugaan upah lembur karyawan yang tidak dibayarkan.
Pihak BRI menyatakan bahwa rumor yang sempat beredar di beberapa saluran informasi tersebut sama sekali tidak berdasar atau hoaks. Manajemen menegaskan bahwa kewajiban terhadap seluruh hak pekerja telah dituntaskan tanpa ada yang terlewat.
Pertemuan yang berjalan dialogis dan transparan ini menjadi bukti nyata bahwa BRI mengutamakan komunikasi yang terbuka dalam menghadapi dinamika internal. Kedua belah pihak pun sepakat bahwa kabar miring yang beredar tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Menurut Nartha Simamora, regulasi ketenagakerjaan di BRI selalu berpijak pada undang-undang yang berlaku serta SOP internal perusahaan. Hal ini termasuk mekanisme pembayaran upah lembur bagi karyawan yang bekerja melebihi jam kerja reguler.
“Kami pastikan seluruh hak karyawan, termasuk kompensasi lembur, diselesaikan sesuai aturan. Kabar yang mengklaim adanya penahanan uang lembur itu sepenuhnya keliru,” kata Nartha. Ia menambahkan, komunikasi berkala dengan Serikat Pekerja terus dijaga demi mempertahankan iklim kerja yang sehat, produktif, dan adil.
Di sisi lain, Ketua Serikat Pekerja BRI Binjai, Ari Irawan, mengapresiasi langkah cepat manajemen yang bersikap terbuka. Ia memastikan tidak ada hak-hak pekerja yang dilanggar sebagaimana dituduhkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Setelah mendengar penjelasan langsung dari manajemen, kami nyatakan isu tersebut tidak benar. Hubungan internal antara karyawan dan pihak manajemen tetap solid serta kondusif,” ungkap Ari.
Mengingat cepatnya arus informasi di era digital, BRI mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menyerap kabar dan selalu melakukan konfirmasi melalui jalur resmi. Langkah ini penting agar tidak muncul kesalahpahaman maupun opini publik yang keliru di masa mendatang. (Anto/Red)