Aksi GEBRAK Memanas, Portal Masuk KIM 1 Diprotes Keras Pekerja

suaramedannews.com,MEDAN – Ratusan pekerja dan buruh yang tergabung dalam aliansi Gerakan Buruh Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kawasan Industri Medan (KIM) 1, Jalan Yos Sudarso KM 10, Medan baru -baru ini.

Massa aksi bergerak menggunakan mobil komando, diiringi puluhan sepeda motor, menuju kantor PT KIM untuk menyampaikan tuntutan terkait penutupan portal berbayar di pintu masuk KIM 1. Jum’at 24 April 2026.

Setibanya di lokasi, Ketua DPC FSP RTMM SPSI Medan, Akhmad Rivai, SH, didampingi Koordinator Aksi Gimin, menyampaikan orasi. Ia menilai kebijakan penerapan retribusi parkir di pintu masuk kawasan industri tersebut belum memiliki dasar aturan yang jelas dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Sejauh ini belum ada aturan baku terkait retribusi parkir tersebut. Kondisi ini sangat membebani pekerja dan masyarakat yang melintas setiap hari,” ujar Akhmad Rivai dalam orasinya.

Aksi tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan serikat pekerja dan buruh, di antaranya FSP RTMM SPSI Sumut, FSP LEM SPSI Sumut, SBNI Kota Medan, SBMI Kota Medan, serta beberapa organisasi pekerja lainnya.

Para pengunjuk rasa menilai keberadaan portal berbayar tersebut menyulitkan akses pekerja menuju tempat kerja, serta mengganggu aktivitas masyarakat sekitar yang menggunakan jalur tersebut.

Akhmad Rivai SH juga mengungkapkan bahwa sebelumnya portal serupa pernah diberlakukan, namun kemudian ditutup setelah mendapat penolakan dari serikat pekerja dan masyarakat. Namun, portal tersebut kini kembali dioperasikan oleh pihak pengelola kawasan.

“Atas dasar itu, kami meminta agar portal tersebut ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi dan kajian menyeluruh,” ucapnya.

Setelah menyampaikan aspirasi, sejumlah perwakilan massa aksi, di antaranya Akhmad Rivai SH, OK Nasrun Efendi, Pranoto, Antoni Pasaribu, Habibul Hasan, Indra Hariadi, dan Gimin, didampingi aparat kepolisian, diperkenankan masuk ke kantor PT KIM untuk melakukan dialog dengan pihak manajemen.

Beberapa jam kemudian, perwakilan massa aksi keluar dari kantor PT KIM bersama salah satu perwakilan manajemen, Taufiq. Di hadapan massa, Taufiq menyampaikan hasil pertemuan yang menyepakati bahwa portal pintu masuk KIM 1 akan ditutup sementara.

“Untuk sementara portal ditutup sambil menunggu perbaikan infrastruktur dan akses jalan menuju kawasan industri,” ujar Taufiq.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian hingga massa membubarkan diri. (Anto/Red)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *