Banjir menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak

suaramedannews.com,MANDAILING NATAL- anjir yang terjadi di wilayah Sumatera Utara(Sumut) pada umumnya dan Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Khususnya, pada Rabu(26/11), tidak hanya berdampak kepada Pemukiman warga, fasilitas Publik seperti Sekolah, mesjid dan pelayanan kesehatan.

Tanaman pertanian seperti padi, jagung, pepaya, sayuran serta tanaman pertanian dan perkebunan lainnya milik warga juga ikut terdampak cukup parah.

Imbasnya para petani harus mengeluarkan biaya tambahan akibat lahan persawahan dan perkebunan Masyarakat yang terendam lumpur dari banjir yang menerjang beberapa pekan lalu itu.

Kondisi ini semangkin di perparah akibat terputusnya jalur trans sumatera yang berakibat tersendatnya suplai Bahan Bakar Minyak(BBM), Sejumlah oknum memanfaatkan kondisi langkanya bahan bakar minyak, dengan mencari keuntungan menjual BBM diatas Harga Eceran Tertinggi(HET) yakni antara harga Rp,20.000(Duapuluh ribu)- RP.50.000(Lima Puluh Ribu).

Harga ini yang dirasa tidak wajar oleh sebahagian masyarakat dan menambah kesulitan Ekonomi waga keseluruhan yang wilayahnya terdampak Banjir.

Semua pihak berharap kepada Pemerintah, baik Pusat, Provinsi maupun Daerah agar dapat segera menyelesaikanya terutama memberikan perhatian serius terhadap nasib para petani yang juga ikut terdampak, tidak hanya kepada mereka yang rumahnya terendam banjir saja.

Salah satunya syahrin, Warga Tangga Bosi, siabu, lahan persawahan miliknya rusak dan terendam lumpur akibat meluapnya sungai Aek Badan dan mengakibatkan tanggul jebol.

Selain lahan, tanaman padi yang baru ditanamnya juga mengalami Puso kerena terendam air bercampur lumpur serta memporak porandakan pematang sawah miliknya akibat banjir.

Syahrin mengaku, terpaksa mengeluarkan biaya lebih agar sawah miliknya bisa kembali ditanami padi.

“Saya terpaksa mempekerjakan tiga orang lagi untuk memperbaiki lahan persawahan.”tuturnya.

Senada, Siti Sabedah warga Aek Mual, mengatakan areal persawahannya yang berada di Saba(Sawah) Rampah ikut terendam banjir dan benih padi yang baru di sabur(Tabur) sekitar 1 minggu rusak akibat terendam banjir.

Siti mengutarakan, tanaman padinya belum sempat di tanam, akibat benih telah rusak dirinya terpaksa mencari bibit padi lagi agar bisa di tanam kembali areal persawahannya.

“Tidak taulah bagaimana ini, padi yang mau dijadikan bibit gak ada lagi.” Ucapnya, Sabtu(06/12/2025).

Faisal, warga huta godang muda juga mengutarakan hal senada, areal perkebunan dan sawah miliknya juga ikut terendam air dan lumpur yang menyebabkan tanaman jagung miliknya gagal panen.

“Ah!! Anggo (kalau) sawah sudah lumpur semualah bang, kebun juga sama.”pungkasnya.

Faisal juga berharap pemerintah dapat membantu para petani agar perekonomian bisa kembali berputar, apalagi mendekati bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.

“Bulan Ramadhankan tinggal beberapa bulan lagi, jadi bila bulan ini bisa tanam kembali ada harapanlah sedikit dibulan Ramadhan dan Lebaran.”katanya.

“selain bibit, pupuk juga sudah tidak ada lagi.”lanjutnya.

(Reporter:Hartono/Editor:Anto)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *