Suaramedannews.com, Medan – Pertandingan bertaraf internasional AFF U19 yang di wacanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni sudah tinggal hitungan jari, namun kondisinya menjadi sorotan tancam publik, pasalnya proyek Revitalisasi yang dikerjakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciktaru) Kota Medan dinilai dipaksakan, sementara progres Revitalisasi disebut-sebut belum menunjukkan kesiapan signifikan.
Sorotan tersebut disampaikan Koordinator Nasional KAMAK Azmi Hadly di Medan, Sabtu (18/04/2026), Ia menilai Anggaran sebesar Rp 64 miliar yang kembali digelontorkan untuk proyek tersebut justru memicu pertanyaan publik. Pasalnya, ini bukan kali pertama dana besar dialokasikan untuk pembenahan stadion bersejarah tersebut, namun hasilnya masih belum maksimal.
“Kami melihat anggaran yang kesekian kali digelontorkan ini tidak menjamin Stadion Teladan akan siap digunakan. Bahkan dikhawatirkan tidak akan selesai pada Mei 2026 sebagaimana yang dijanjikan,” tegas Azmi.
Azmi juga mendesak adanya transparansi penggunaan anggaran serta audit menyeluruh terhadap proyek renovasi tersebut.
Menurutnya, publik berhak mengetahui sejauh mana realisasi dana yang telah dikucurkan dan kendala apa yang menyebabkan proyek berlarut-larut.
Selain itu, keterlambatan penyelesaian stadion dinilai dapat mencoreng kesiapan Medan sebagai salah satu daerah yang diharapkan mampu mendukung event olahraga tingkat regional seperti Piala AFF.
Namun Azmi juga mendukung dan bangga atas Iven AFF U19 tersebut akan diadakan di Sumatera Utara, namun ia tetap mendesak instansi terkait untuk secepatnya mengaudit secara transparan atas proyek Revitalisasi Stadion Teladan Medan yang juga salah satu Ikon Kota Medan.
“Untuk Iven AFF tersebut saya sangat mendukung, tapi saya juga meminta kepada instansi terkait untuk mengaudit secara transparan terkait Revitalisasi Stadion Teladan Medan” harapnya
Sementara John Ester Lase, ST, M.Si Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciktaru) Kota Medan saat dihubungi, sampai berita ini dimuat belum menjawab.
(Reporter:Irwan Syahputra/Editor:Royziki F.Sinaga)