Suaramedannews.com, Samosir – Camat Pangururan Robintang E. Naibaho mengumpulkan seluruh kepala dusun se-Kecamatan Pangururan dalam kegiatan Coffee Morning di ruang rapat Kantor Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Senin (20/7/2026).
Dalam arahannya, Robintang menekankan pentingnya peran kepala dusun sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat di tingkat paling bawah.
Ia meminta para kadus selalu terkoneksi dengan pimpinan secara berjenjang, mulai dari kepala desa, camat, hingga pejabat leading sektor di kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Samosir.
Selain itu, komunikasi dengan masyarakat juga harus diperkuat, terutama terkait situasi dan kejadian terkini di wilayah masing-masing.
“Apa yang selama ini sering terjadi, yakni kejadian-kejadian di dusun atau desa malah lebih dulu diketahui pihak eksternal maupun oleh pimpinan, agar tidak terulang kembali,” ujar Robintang.
Camat juga mendorong para kadus aktif menyapa dan berkomunikasi langsung dengan warga.
Menurutnya, sentuhan kepada warga akan memudahkan koordinasi serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap program pemerintah.
“Apalagi dewasa ini, banyak masyarakat yang pesimis dan kurang respons terhadap kegiatan-kegiatan pemerintah, sehingga kadus sebagai ujung tombak diharapkan mampu melakukan sentuhan kepada warga,” katanya.
Robintang menyampaikan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk jarang bertemu dengan warga.
Ia meminta agar pertemuan, ngobras, coffee morning, dan kegiatan lain tetap dilakukan, minimal bersama tokoh masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa, guna menjaga soliditas.
Dalam kesempatan itu, Camat juga mendorong para kadus untuk bekerja keras dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan agar mencapai bahkan melampaui target.
Selain itu, para kadus diminta mulai mempersiapkan keikutsertaan wilayahnya dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Pangururan, khususnya kegiatan gerak jalan atau karnaval yang akan diikuti desa/kelurahan, BUMDesma, dan instansi lain.
Terkait keberadaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di beberapa desa, Robintang berpesan agar para kadus berperan aktif memperhatikan kebutuhan mahasiswa serta melibatkan mereka dalam kegiatan di desa.
(Royziki F.Sinaga)