Diminta Bayar Uang Teken Rp. 200.000,-Oleh Lurah Tanjung Leidong, Aisah Akan Lapor Ke Bupati Labura

SUARAMEDANNEWS.COM, Labura – Nur Aisah (48) Warga Kelurahan Tanjung Leidong, Kec. , Kab. Labuhan Batu Utara mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan sebagai masyarakat, yang diakibatkan oleh arogansi oknum Lurah Kelurahan Tanjung Leidong berinisial G.

Aisah menceritakan kejadian yang menimpa dirinya bermula saat ia mencoba memberikan Uang Rasa Terimakasih karena ia berencana menandatangani surat perjanjian Utang piutang,Antar mertua dan Menantu (16 Juni 2022) /Kamis ,waktu, 15.00 wib

Ia mengakui, sesaat sebelum memberikan secara ikhlas uang Rp.50.000 sembari mengucapkan terimakasih atas dibuatnya surat perjanjian Utang piutang tersebut, lantas Lurah Kualuh Leidong Berinisial G mengatakan “kalau aku bilang teken surat duitnya Rp.200.000, kenapa..? Tidak ada masalah kan, kalau tak ada duit Rp.200.000 tak mau aku menekennya”. Ungkap Nur Aisyah seraya mencontohkan ungkapan Lurah tersebut.

Kemudian, saat itu juga Nur Aisyah mencoba mengadukan nasibnya kepada salah seorang tokoh pemuda kualuh leidong Zainuddin, S.AP terkait Masalah yang menimpanya.

Saat kami konfrimasi kepada Zainuddin. Ia membenarkan kejadian pungutan biaya membuat surat perjanjian di Kelurahan Kualuh Leidong sebesar Rp.200.000 oleh Lurah inisial G tersebut yang telah menimpa Warga atas nama Nur Aisyah (Red-Pengakuan Korban).

“Saya mencoba untuk berkomunikasi kepada Lurah G, saya tanya baik-baik melalui WhatsApp tidak di balas, hanya di baca saja”. Ungkap pria yang akrap disapa zai.

Presiden Joko Widodo pernah mengatakan kepada seluruh pejabat birokrat sampai ketingkat paling rendah bahwa segala sesuatu dalam pengurusan surat-menyurat tanah di NKRI tidak dibebankan biaya, terkecuali soal pembayaran pajak tanah kepada negara.

Namun hal ini kembali terjadi di Kecamatan Kualuh leidong yang telah menimpa Nur Aisyah dan ia pun mengatakan bahwa masalah ini menjadi tekananan mental bagi dirinya dan keluarganya.

Sebelum berita ini dimuat, guna berita yang berimbang, pihak wartawan sudah mencoba menghubungi oknum Lurah tersebut Via Whatsapp, namun tidak ditanggapi oleh oknum Lurah Tanjung Leidong tersebut.

Menurut Zainuddin sampai saat ini surat yang dimohonkan Ibu Aisah kepada pihak kelurahan, Lurah tersebut tidak mau menanda tanganinya karena belum memberikan sejumlah uang Rp. 200.000,- tersebut.

(Reporter:Anto(Tim)/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *