Dinas Pendidikan Provsu Akan Koordinasi ke Polisi Untuk Penertiban SIM di Sekolah, Kacabdis Wilayah I August Sinaga : Peserta Didik yang Tidak Memiliki SIM Dilarang Bawa Kendaraan

Suaramedannews, Deli Serdang – Kacabdis Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera, August Sinaga SPd, S.ST, MA akan berkoordinasi ke Polisi terkait teknis tata tertib peserta didik yang berkendaraan memilik Surat Izin Mengemudi (SIM), Senin (21/08/2023).

“Terkait teknis pengawasan SIM peserta didik di sekolah. Kami akan menyurati Pak Kapolrestabes Medan dan Kapolresta Deli Serdang melalui Satuan Lalu Lintas untuk menertitibkan peserta didik yang tidak memiliki SIM. Surat edaran akan kita sampaikan ke seluruh Sekolah Wilayah I  Disdik Provsu, apabila peserta didik tidak memiliki SIM akan diamankan dan rutin melakukan razia. Apabila peserta didik tidak mempunyai SIM maka tidak boleh bawa kendaraan ke sekolah,” ungkap Kacabdis Wilayah I Disdik Sumut, August Sinaga SPd, S.ST, MA menyampaikan kepada wartawan saat gelar sertijab di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan.

Sebelumnya Kadis Pendidikan Provsu Gelar Rapat menindaklanjuti adanya pemberitaan terkait puluhan pelajar diamankan oleh polisi karena melakukan konvoi dan diduga merupakan geng motor usai upacara HUT Ke-78 RI.

Berdasarkan pemberitaan itu pula, kemarin Jumat (18/8/2023) Kadis Pendidikan memerintahkan Kacabdis Wilayah I August Sinaga SPd. SST, MAP mengundang seluruh perwakilan SMA/SMK, babinsa, bhabinkamtibmas, komite sekolah, tokoh agama dan masyarakat sewilyah I untuk menggelar rapat koordinasi.

Rapat tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Sumut Dr. Asren Nasution dan rapat dipimpin Kacabdis Wilayah I Kasi SMA Oloan Nasution dan Kasi SMK cabdis Wilayah I Ibnu Sina.

Hasil rapat tersebut langsung disebarluaskan August Sinaga kepada seluruh satuan Pendidikan, Tokoh Agama/ Masyarakat termasuk kepada media dijajaran Disdiksu yang diterima Sabtu (19/8/2023) untuk ditindaklanjuti dan berikut seruan Kadis Pendidikan Provsu, Pertama mengaktifkan unit humas untuk dapat menyampaikan data dan fakta yang terjadi kepada masyarakat.

Kedua membentuk sekaligus mengaktifkan kelas parenting, agar komunikasi antara orangtua dan sekolah dapat cepat ditanggapi.

Ketiga membuat jadwal pembina apel setiap upacara nasional pada hari Senin dengan melibatkan komite, Babinsa. Bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan masyarakat.

Keempat melakukan razia hp dan tas peserta didik secara acak, mendata peserta didik yang jarang masuk, bolos dan bermasalah serta mengundang orangtua peserta didik, memberikan sangsi kepada peserta didik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh satuan Pendidikan.

Kelima membentuk forum komunikasi antar siswa melalui kegiatan kemah profil pelajar Pancasila dengan melakukan program pembinaan bagi peserta didik melalui tokoh masyarakat dan agama, komite Babinsa dan bhabinkamtibmas.

Keenam merazia kenderaan yang tidak memenuhi standar dan menertibkan peserta didik yang belum memiliki SIM C dan berkoordinasi dengan tempat – tempat parkir yang ada di sekitar lingkungan sekolah.(*)
Reporter: Isron Sinaga / Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *