Kajari mandailing Natal di duga berbohong dalam Kasus Dana Bos Afirmasi dan Kinerja Tahun Anggaran 2019

Suaramedannews.com, Mandailing Natal – Menanggapi pemberitaan di media online yang menerangkan RBH sebagai tersangka dan di sangkakan pasal suap.

keluarga RBH Ade pernanda menjelaskan Kajari Madina Bohong dan menjelaskan tidak ada satupun pasal yang bisa membuktikan RBH terkena pasal suap.

Ade pernanda menjelaskan keredaksi terkait pemberitaan di beberapa media online pada Kamis(02/06/2022) malam.

Dalam keterangannya Ade menjelaskan,Dengan masalah ini Kejari Mandailing Natal telah mengkonfirmasi kepada salah satu media di Mandailing Natal, dalam keterangannya menurut Kajari Madina Novan Hadian SH, MH. RBH yang dipersangkakan dengan pasal 2 subs pasal 3 UU NO. 31 Tahun 1999, dirubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 KUHP, tidak ada satupun yang bisa membuktikan RBH, terkena Pasal Suap.

Dengan masalah ini jelas dapat dibuktikan dengan RBH dengan bukti bukti yang akurat bahwa sangkaan yang diciptakan oleh Kejari Madina Melalui Kasipidsus Daniel Barus, SH semua tidak dapat dijadikan bukti permulaan.

Baik Keluarga maupun RBH berharap agar perkaranya dapat digelar di KEJATISU dan dketahui oleh PENGAWAS KEJAGUNG, atas perbuatan KEJARI MADINA yang dianggap salah menerapkan pasal dan UU. Silahkan buka Permendikbud tentang Afirmasi No 16 Tahun 2019 pasal 15. Dan buka Perpres No 20 tahun 2017 pasal 11.

Dari keterangan yang disiarkan oleh media lain jelas ada pembohongan dalam perkara RBH.

Menurut keluarga RBH tersebut, dia korban dipaksakan oleh Kejari Madina. Dan RBH siap buka bukaan di media kalau memang dianggap bersalah.

Ade membeberkan,kenapa RBH yang di tetapkan tersangka,sementara pada penerima ataupun pemain sebenarnya bebas menghirup udara segar di sana. Terang ade pernanda.

(Redaksi/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *