Kasi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Kompol Anggun Adhika Putra Pastikan Tiga Mobil Plat CC Dan Plat BK Tidak Terdaftar Di Satlantas Polrestabes Medan

Kasi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Kompol Anggun Adhika Putra Pastikan Tiga Mobil Plat CC Dan Plat BK Tidak Terdaftar Di Satlantas Polrestabes
Medan

Suaramedannews .com- Medan Sumut Rabu (25/8/2021). Tiga mobil plat CC dan satu plat BK diamankan Polrestabes Medan sejak Rabu (25/8/2021).Pantauan awak media keempat mobil tersebut sudah berada di Polrestabes Medan dengan kondisi diikat oleh garis polisi.

Nomor plat mobil tersebut di antaranya, CC 37 01, CC 37 02, CC 37 07, dan BK 199 FZ. Ada pun di salah satu mobil CC tersematkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut.”Iya benar ada 4 mobil yang kami amankan,” kata Plt Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung kepada Tribun Medan, Kamis (26/8/2021).

Dikatakannya untuk informasi lebih lanjut pihaknya akan melakukan rilis pers terkait persoalan itu. Ia pun tidak menerangkan berapa orang yang diamankan atas penangkapan itu.Ada pun diketahui plat CC nomor 37 itu kode dari Rusia. Tapi tidak ada konsultan atau duta besar Rusia yang berdomisili di Medan.Di sisi lain Kasi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut, Kompol Anggun Adhika Putra menjelaskan berdasarkan informasi yang diterimanya memang sudah dicek ke database bahwa mobil yang diamankan tidak terdaftar.

“Langkah selanjutnya, akan koordinasikan dengan Satlantas Polrestabes Medan ataupun Subditgakkum Dirlantas Polda Sumut untuk melakukan hunting ataupun pengecekan kendaraan yang melanggar tersebut,” sebutnya.Ada pun dari koordinasi itu nanti akan dilakukan pengecekan berkas kendaraan seperti surat – surat dan keabsahan nomor MAB ataupun nomor register kendaraan tersebut.Pasalnya, diketahui kendaraan tersebut peruntukannya bukan untuk masyarakat umum namun untuk konsulat atau duta besar yang berdinas di Indonesia.

“Ia pun menjelaskan kalau pelaku memang melintas dengan kendaraan tidak sah maka diberikan pelanggaran tilangnya.”Kalau misalnya dipakai untuk keperluan ataupun kegunaan untuk melakukan penipuan atau seolah sebagai konsulat dan lain itu akan dikoordinasikan dengan Polrestabes Medan apakah ada unsur pidana yang dibuat,” ungkapnya .(junaidy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *