suaramedannews.com,Medan- Muhamad ihsan sebagai Ketua Kopr mahasiswa gerakan pemuda islam indonesia (GPII) angkat bicara perihal dugaan kuat Kakankemenag memotong uang sertifikasi guru dimadrasah binaan Kemenag lewat perantara staff dan pengawas madrasah.
Muhamad ihsan mengatakan bahwa “ Apa yang disampaikan oleh Kemenag Kota Medan melalui konperensi pers mereka pada tanggal 3 Februari 2023 Tantang Mekanisme Uang Sertifikasi memang betul secara Regulasi yang disampaikan seperti itu, tapi setelah kami investigasi kelapangan tentang apa yang marak belakangan ini di Kota Medan tentang Penyunatan Uang Sertifikasi Guru Madrasah itu, bisa kami Buktikan Dugaan Tersebut. Uang Negara memang dimana – mana memang pakai regulasi, Tapi kan dilapangan belum tentu Sesuai sama.
Kenapa Kakan Kemenag Kota Medan baru mulai instruksikan spanduk Tolak Penolakan Gratifikasi dan Pungutan Liar, selama ini beliau kemana? Ujar Ihsan.
Muhamad ihsan juga meminta kepada pihak Kepolisian dan kejaksaan tinggi sumatera utara atau bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bergerak cepat membentuk tim investigasi dalam hal dugaan pemotongan sertifikasi guru yang telah mencoreng dunia pendidikan terlebih dalam tubuh kemenag kota medan dalam hal ini Dr. H. Impun Siregar,. MA dan berharap Kakankemenag Sumatera Utara Dr. H.Abd.Amri Siregar M.Ag Serta Menteri Agama Bapak Haji Yaqut Cholil Qoumas untuk mengevaluasi bahkan memberhentikan beliau dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, ujarnya sebagai penutup.
(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)