Ketua Komisi II DPR RI : Peran Keulamaan Tuan Guru Batak Sangat Dibutuh Negara

suaramedannews.com,Medan – Ketua Komisi II DPR RI Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan ditengah pluralistiknya suku, agama, ras dan golongan di Indonesia, bangsa ini sangat rentan akan terjadi perpecahan. Karenanya, dibutuhkan peran tokoh dan ulama yang mampu merekatkan.

Ahmad Doli menilai, peran ketokohan dan keulamaan seperti sosok Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk Qs yang kini diteruskan oleh putranya, Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA dalam membangun harmoni dan kehangatan berbangsa, sangat dibutuhkan negara sebagai teladan dalam menjaga keutuhan bangsa ini.

Ini disampaikan Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menghadiri Silaturahmi Tokoh dan Dialog Kebangsaan Refleksi Haul Tuan Guru Batak Ke 13 Syekh Abdurrahman Rajagukguk Qs, bertajuk “Peran ulama dan tokoh agama dalam membangun harmoni, keakraban sosial dan mencegah politik polarisasi” di pondok persulukan Serambi Babussalam di Hatonduhan Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun, Sumut, Rabu (7/9) lalu.

Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Ketua KPU Sumut, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH, Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung, Dandim 0207/ Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy Suherman Buanan.

Selain itu hadir juga para ulama, masyayikh, tokoh Sumut H Rahudman Harahap, H Rusdi Lubis, Sugiat Santoso, H Goben Gusmiyadi, Muhammad Jusuf Sirait. Para tuan-tuan guru dari berbagai daerah seperti Ketua MUI Siantar Buya M Ali Lubis, tokoh pendidikan sekaligus putra kehormatan H Ahmad Ridwansyah, H Nasir Armaya, H Sulaiman, para OPD, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ahmad Doli lebih lanjut mengatakan, Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk dalam memimpin persulukan ini selalu mengedepankan nilai-nilai toleransi di tengah perbedaan.

“Persulukan Serambi Babussalam ini berada tengah-tengah masyarakat Nasrani bahkan berdiri berdekatan dengan 2 gereja besar. Tetapi, semuanya akur, harmonis dan saling menghormati. Model dakwah yang dibangun Tuan Guru Batak sangat simpatik dan toleran, sehingga saya dan juga banyak tokoh nasional dan daerah datang ke persukukan ini untuk belajar pada Tuan Guru Batak,” katanya.

Ahmad Doli menyebut kehadiran persulukan ini merupakan sebuah berkah bagi Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan Indonesia, sebab Islam yang toleran, cinta damai, saling mengasihi dan hormat menghormati yang diajarkan di persulukan sangat baik untuk menjaga harmonisasi dan keutuhan bangsa ini.

(Reporter:Anto/Edithor:Ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *