Suaramedannews.com, Samosir – Masyarakat Huta Pandiangan Desa Huta Dame Kecamatan Palipi berharap Pemkab Samosir mau membangun Desanya. Pea Pulungan adalah sebuah pea (Danau Kecil) yang berada di Huta Pandiangan desa Huta Dame kecamatan Palipi kabupaten Samosir.
Salah seorang tokoh masyarakat Akner Pandiangan saat ditemui awak media bercerita singkat sejarah Pea Pulungan yang dulunya ditemukan oleh leluhur Opungnya
“Pea Pulungan Saat ditemukan oleh opung (leluhur) adalah sebuah danau kecil yang sangat jernih dimana didanau tersebut para opung menemukan berbagai jenis ikan seperti ; gabus, lele dan mujahir serta beberapa jenis ikan lainnya yang dijadikan sumber makanan setibanya mereka di tempat itu, selain itu sungai kecil yang ada disitu menjadi sumber kehidupan seperti untuk minum dan memiliki khasiat sebagai obat” jelasnya. Senin (18/08/2025).
“Sepanjang cerita yang perna didengarkan dari para orang terdahulunya atau juga yang sempat disaksikannya, dimasa air di Pea Pulungan ini banyak, pada saat itu disekitar lokasi pea masih banyak pohon besar yang diyakini dapat menyimpan ketersideaan air ? Karena pada nyataannya saat ini disekitar lokasi Pea Pulungan yang luasnya diperkirakan lebih dari 1 hektar sudah tidak tampak pohon pohon yang bisa berfungsi sebagai penyimpan air” katanya
Lanjut, Akner Pandiangan harapannya kepada pemerintah melalui pemerintah kabupaten Samosir agar mau membangun, menata kembali Pea Pulungan ini buat mereka, karena fungsinya yang sangat besar bagi masyarakat desa Huta Dame.
Terpisah (PJ) Kepala Desa Huta Dame Anni Nainggolan menjelaskan jika pihak desa telah menyampaikan proposal ke beberapa dinas di Pemkab Samosir agar bisa membangun Pea Pulungan.
“Pihak Desa baru baru ini sudah menyampaikan proposal permohonan mereka kepada beberapa dinas di pemkab Samosir agar mau membangun dan menata lokasi Pea Pulungan ini, karena manfaatnya yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di desa ini, terutama di dusun Pandiangan ini,” ungkapnya
Senada dengan Pj Kepala Desa, Ketua BPD Lasa Martua Pandiangan berharap agar Pemkab Samosir bisa segerah menanggapi proposal mereka, karena begitu pentingnya Pea Pulungan ini bagi pertanian dan kehidupan masyarakat sekitar, terlebih dalam menghadapi kondisi kemarau panjang seperti yang sedang berlangsung saat ini.
Sementara ketua kelompok mahasiswa KKN dari Unimed Syafii menjelaskan selama 40 hari mereka disana melihat masyarakat sangat kesulitan dari beberapa hal selama kamarau.
“Saat ini setelah melaksanakan observasi selama 40 hari berada di desa Huta Dame, kami menemukan situasi yang sangat sulid dihadapi oleh masyarakat di desa ini secara khusus dan secara umum masyarakat di kabupaten Samosir akibat adanya kemarau panjang”bebernya
“Selama berada didesa ini kami melihat masyarakat kesulitan air dan memaksa masyarakat harus membeli air. Jadi sesuai apa yang diceritakan oleh tokoh masyarakat dulunya pea Pulungan memiliki air yang banyak, semoga pemerintah bisa menata kembali Pea ini untuk mengembalikan keberadaan pea ini seperti dulu” harapnya
(Reporter:Daniel Pande Natanael/Editor:Royziki F.Sinaga)