suaramedannews.com,MEDAN-SUMATERA UTARA– Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Sumatera Utara diwarnai dengan dialog publik konstruktif yang mengangkat isu-isu krusial seputar ketenagakerjaan. Acara yang diinisiasi oleh kolaborasi “Sumut Berkah” ini berlangsung di gedung serbaguna Provinsi Sumatera Utara, Jumat (2/05/2025), dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pemangku kebijakan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam dialog ini, di antaranya Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Dr. Drs. M. Ismael P. Sinaga, M.Si. Perwakilan serikat buruh hadir melalui Ketua DPD Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Ahmadsyah atau yang biasa dipanggil Eben yang juga menjabat sebagai ketua DPD GSBI Sumut. Suara masyarakat sipil diwakili oleh Dr (c) Eduard Pakpahan, S.H, M.H, sementara perspektif akademisi dihadirkan oleh DR. WAHYU ARIO PRATOMO, MEc, seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU).
Diskusi hangat ini dimoderatori oleh Dr.H.M.JoharisLubis.MM.M.Pd, dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan (Unimed).
Dalam pemaparannya, Eben, ketua DPD GSBI Sumut, menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) buruh. Ia menyerukan adanya kesepakatan antara negara dan pengusaha untuk menaikkan upah serta memfasilitasi penyuluhan dan bimbingan teknis (bintek) ketenagakerjaan secara berkelanjutan.
Eben juga menggaris bawahi perlunya melibatkan pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh dalam proses ini melalui pembiayaan anggaran daerah maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Lebih lanjut, Eben mengusulkan langkah strategis untuk menciptakan calon tenaga kerja yang kompeten, yaitu dengan mengintegrasikan kurikulum pelatihan keterampilan dan ketenagakerjaan ke dalam materi pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Efektivitas lembaga-lembaga pelatihan kerja dalam negeri juga menjadi sorotan, serta perlunya memprioritaskan pendidikan anak-anak pekerja/buruh hingga jenjang pendidikan tinggi.”Komitmen ini penting,” tegas Eben, menyerukan adanya tindakan nyata dari seluruh pihak terkait untuk mewujudkan kondisi ketenagakerjaan yang lebih baik dan berkeadilan.
Dialog publik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam merumuskan kebijakan dan tindakan yang berpihak pada kemajuan buruh dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara secara keseluruhan. (Anto/Red)